nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sita Jet Mewah Milik Buronan 1MDB, Malaysia Harus Bayar Biaya Parkir Rp10M

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 14:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 08 24 18 1940834 sita-jet-mewah-milik-buronan-1mdb-malaysia-harus-bayar-biaya-parkir-rp10m-su74LA5M8a.jpg Jet Bombardier Global 5000 terparkir di tarmac Bandara Seletar, Singapura. (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR – Malaysia harus mengeluarkan RM3,5 juta (sekira Rp12 miliar) untuk membawa jet Global 5000 milik buronan kasus skandal 1MDB, Low Taek Jho atau yang dikenal dengan nama Jho Low kembali ke Malaysia. Jet pribadi yang ditahan oleh pihak berwenang Singapura sejak Februari 2017 itu saat ini diparkir di bandara Seletar, Singapura.

"Namun, sebelum pesawat diizinkan untuk diterbangkan ke Malaysia, Bandara Seletar telah meminta penyelesaian biaya parkir terlebih dahulu," kata seorang sumber yang dikutip The Star, Jumat (24/8/2018).

BACA JUGA: Indonesia Serahkan Kapal Mewah Milik Buronan 1MDB, Mahathir Ucapkan Terima Kasih

Menurut sumber tersebut, biaya parkir jet tersebut selama 18 bulan telah terakumulasi hingga mencapai jumlah RM3 juta (sekira Rp10 miliar).

Diketahui bahwa Bandara Seletar telah mengindikasikan biaya itu kepada pihak berwenang Singapura setelah Malaysia menunjukkan minatnya untuk mengambil alih kepemilikan pesawat tersebut.

Bandara Seletar dikelola oleh Changi Airport Group Pte Ltd sebagai fasilitas yang terutama digunakan untuk penerbangan pribadi. Changi Airport Group menolak berkomentar soal biaya parkir itu.

"Karena privasi klien, kami tidak akan dapat membagikan informasi," demikian disampaikan juru bicara perusahaan itu.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Malaysia harus membayar biaya parkir yang disebutkan sebelum pesawat diizinkan meninggalkan tarmac Seletar. Dilaporkan saat ini perundingan antara Pemerintah Malaysia, otoritas Singapura dan operator bandara tengah berlangsung, tetapi belum mencapai kesepakatan mengenai pembayarannya.

"Pemerintah Malaysia juga harus membayar RM500.000 lagi untuk memperbaiki pesawat, yang telah dilarang diterbangkan dan ditinggalkan di bawah matahari di apron bandara," kata sumber itu lagi.

Dia mengatakan, pesawat yang telah dilarang terbang sejak Februari tahun lalu saat ini sedang menjalani pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan untuk memastikan kelaikannya sebelum diizinkan diterbangkan ke Malaysia.

"Pekerjaan perawatan di pesawat bandara hampir selesai," kata sumber itu.

Dia mengatakan, pesawat itu kemungkinan akan dibawa ke Bandara Subang, fasilitas yang terutama digunakan oleh pesawat pribadi.

Jet Global 5000 masuk dalam daftar Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) sebagai salah satu aset yang dibeli menggunakan uang hasil pencucian 1MDB milik negara, melalui serangkaian perusahaan cangkang dan rekening bank.

Dalam pengajuan di pengadilan pada Juni 2017, dokumen DoJ AS menyatakan Jho Low menggunakan bagian dari USD700 juta (sekira Rp10,2 triliun) yang digelapkan dari 1MDB untuk membeli jet mewah itu.

BACA JUGA: Jual Kapal Rp3,6 Triliun Milik Buronan 1MDB, Mahathir: Mungkin Bill Gates Tertarik

Bombardier Global 5000 yang dibuat pada 2008 berharga sekitar USD35,4 juta (Rp518 miliar). Pesawat itu dibeli pada akhir 2009, kurang dari tiga bulan setelah USD700 juta dipindahkan dari 1MDB.

Diketahui sebelum disita pesawat itu ditempatkan di Bandara Teterboro, New Jersey yang letaknya dekat dengan rumah Jho Low di New York.

Malaysia tengah memburu aset-aset yang diperoleh dari hasil penggelapan 1MDB. Awal bulan ini Negeri Jiran telah mendapatkan kapal pesiar mewah Equanimity yang juga milik Jho Low dari pihak berwenang Indonesia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini