nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasangan Ini Ijab Kabul di Musala Kantor Polisi, Ceritanya Bikin Netizen Geleng-Geleng

Agus Prayoga, Jurnalis · Sabtu 25 Agustus 2018 17:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 25 519 1941353 pasangan-ini-ijab-kabul-di-musola-kantor-polisi-ceritanya-bikin-netizen-geleng-geleng-shvxHkNQD7.jpg Ilustrasi Pernikahan (foto: Okezone)

JAKARTA- Sebuah video memperlihatkan pasangan pengantin yang baru saja melaksanakan ijab kabul, pada Jumat 24 Agustus 2018, di sebuah musala Polsek Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur. Mengapa mempelai ini ijab kabul di musala kantor polisi?

Usut punya usut, hal tersebut terjadi lantaran si mempelai pria Mohammad Fatoni sehari sebelum acara pernikahan merampas handphone untuk biaya akad nikah.

Dalam video yang dibagikan oleh akun Facebook Yuni Rusmini itu terlihat kedua mempelai bernama Mohammad Fatoni dan Silviana Novi baru saja melakukan prosesi ijab kabul yang disertai tangis haru keduanya serta orangtua dan tamu yang hadir.

Penghulu yang menikahkan kedua pengantin, Mohamad Nasir mengaku baru kali ini dirinya memimpin acara yang dilaksanakan di Markas Polisi. Nasir bersyukur acara tersebut dapat berjalan dengan lancar.

“Baru kali ini saya menikahkan mempelai di kantor polisi namun alhamdulillah berjalan lancar. Tadi pengantin pria mengulang lafal ijab namun hanya sekali dan langsung sah,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Boyolangu, AKP Puji Widodo mengatakan ini merupakan peristiwa yang kedua di tempatnya, pihaknya memberi fasilitas berupa musala guna melancarkan prosesi ijab kabul kedua mempelai tersebut.

“Ini peristiwa pernikahan tahanan yang kedua di Polsek Boyolangu. Kita memberikan fasilitas berupa musholla untuk lokasi ijab kabul,” ujar Puji.

Selanjutnya, sesuai prosedur yang berlaku tersangka akan menjalani proses penahanan akibat dari perbuatannya tersebut. Puji menerangkan Fatoni ditangkap pada Kamis 23 Agustus 2018 di Desa Bono, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur setelah melakukan perampasan handphone milik Refanda Aris.

Ia melakukan aksi tersebut bersama temannya Lukman Hakim. Akibat perbuatan Fatoni dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Kejadian tersebut mendapat tanggaapan dari netizen diantaranya. “Tuh kan klo bener 7 tahun opo ga ngenes buat uang yang ga seberapa,” tulis akun Facebook Nononk Ciqicieuw.

“Untuk pencuri hp aja 7 tahun, tapi hukuman untuk pembunuhan ga seberapa, ANEH,” tulis Zara Khoirunnisa.

Sementara akun Reihan Dika menulis “Kasihan Bgttt.”

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini