nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Penembakan saat Turnamen Video Game di Florida yang Tewaskan 4 Orang

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 08:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 27 18 1941783 kronologi-penembakan-saat-turnamen-video-game-di-florida-yang-tewaskan-4-orang-LruSkubIhZ.jpg Penembakan di Jacksonville dilaporkan menewaskan setidaknya 4 orang. (Getty Images)

JACKSONVILLE - Penembakan terjadi saat turnamen video game tengah berlangsung di Florida, Amerika Serikat, Minggu (25/8/2018) waktu setempat. Kepolisian setempat melaporkan empat orang tewas dan 11 lainnya terluka.

Melansir Fox News, seorang pejabat yang dekat dengan penyelidikan mengataka, penembakan itu menewaskan empat orang, termasuk pria bersenjata yang tewas karena tembakannya.

Sementara itu, Kepala Sheriff Jacksonville Mike Williams menyatakan, pihaknya belum mengidentifikasi tersangka penembakan.

Penembakan terjadi di restoran yang menggelar acara lomba video game. (GLHF Game Bar)

Williams mengatakan, pihaknya sedang mencari video online untuk menyelidiki adegan sesaat sebelum penembakan terjadi.

 Complexity, perusahaan e-sport, menjadi salah satu peserta dalam turnamen video game itu. CEO dan pendiri Complexity, Jason Lake, mengatakan melalui akun Twitternya, salah satu pemainnya, Drini Gjoka (19), tertembak di bagian jempol.

Saat penembakan terjadi, Gjoka merasa itu merupakan hari terburuk yang pernah dialaminya, katanya dalam akun Twitternya. Meski begitu, Gjoka juga merasa beruntung karena peluru hanya mengenai jempolnya.

(Baca Juga : Korban Penembakan saat Lomba Video Game di Florida: Nyawa Terambil Dalam Hitungan Detik)

Saksi mata Marquis Williams (28), mengatakan, orang-orang langsung melarikan diri begitu mendengar tembakan, Bahkan, ada yang terinjak saat orang melarikan diri.

"Awalnya kami pikir itu adalah balon yang muncul, tapi tidak ada balon di ruangan. Kemudian kami mendengar tembakan berulang dan kami lari," kata Williams, yang berpartisipasi dalam turnamen sebelumnya.

Sementara itu, Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan Presiden Donald Trump telah diberitahu tentang serangan itu dan Gedung Putih memantau situasi.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini