6 Pelaku Pembunuhan Polisi di Aceh Ditangkap, 1 Tewas Ditembak

Windy Phagta, Okezone · Senin 27 Agustus 2018 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 27 340 1941874 6-pelaku-pembunuhan-polisi-di-aceh-ditangkap-1-tewas-ditembak-Su7EAu4Txh.jpg Kapal Milik Pelaku yang Digunakan Melarikan Diri Usai Membunuh Polisi di Aceh (foto: Windy P/Okezone)

BANDA ACEH - Tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Timur, dalam kurun waktu 18 jam, berhasil menangkap 6 (enam) orang pelaku pembunuh anggota Polri Bripka Anumerta Faisal.

Penusukan yang menewskan Bripka Anumerta Faisal terjadi di kawasan Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, pada Minggu 26 Agustus 2018 sekira pukul 01.30 WIB dini hari kemarin.

Untuk memburu pelaku yang diduga bersenjata dan komplotan geng narkoba, pihak kepolisian membentuk tim khusus.

(Baca Juga: Polisi Tewas Dibacok Kelompok Narkoba di Aceh)

Pada Minggu, sekira pukul 17.30 WIB sampai 20.00 WIB aparat melakukan pengintaian dan menangkap pelaku pembunuhan, di kawasan pertambakan masyarakat Aceh Timur.

Ilustrasi Mayat (foto: Shutterstock) 

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Misbahul Munauwar, mengatakan dalam penangkapan ini, tim gabungan yang dipimpin Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, mengamankan 6 (enam) orang pelaku yang merupakan kelompok kriminal bersenjata, yang mana salah seorang diantaranya tewas setelah berupaya melawan petugas saat akan ditangkap.

"Tim gabungan menangkap para pelaku di kawasan pertambakan masyarakat di salah satu gampong Madat di Aceh Timur setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran, penyisiran pengembangan terhadap kasus pengeroyokan dan penusukan yang mengakibatkan gugurnya Bripka Anumerta Faisal anggota reserse Polres Aceh Utara," ujar Misbahul.

Ia menambahkan, keenam pelaku kriminal bersenjata itu, yakni SM (28), BH (36) dan SR (43) yang merupakan warga Aceh Timur. "Tiga orang lainnya yakni MA (18) warga Langsa dan FS (42) warga Aceh Utara, serta ZK (33) warga Aceh Timur yang tewas dalam penangkapan ini karena melawan petugas," tegasnya.

Dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Aceh, Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara, menemukan informasi bahwa kelompok kriminal bersenjata itu dikenal dengan nama "Setan Botak Peureulak" yang diketahui merupakan kelompok perompak laut di perairan Aceh.

Dijelaskannya, kelompok kriminal bersenjata ini memiliki sandi huruf "R" di lambung kapal atau boat yang mereka tumpangi, yang mana diketahui sandi tersebut sudah dihapus namun masih berbekas pasca pembunuhan.

"Sekira pukul 17.00 WIB sore kemarin, tim memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya 6 (enam) lelaki tak dikenal yang keluar dari area pertambakan masyarakat. Menerima informasi itu, tim gabungan langsung menyisir area dan mengamankan 3 (tiga) orang lelaki, sementara 3 (tiga) orang lainnya melarikan diri," tambahnya.

(Baca Juga: Tim Gabungan Buru Jaringan Geng Narkoba yang Bunuh Polisi di Aceh)

Pada malam harinya, sekira pukul 20.00 WIB, tim menemukan lagi tiga orang lainnya. Saat akan ditangkap, tersangka ZK berusaha melawan dengan akan melempar granat ke arah petugas sehingga terpaksa dilakukan tindakan represif penembakan dan tersangka tewas di tempat.

Dari ZK diamankan senjata revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal. Tim gabungan pun hingga kini masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tim masih menyisir lokasi untuk mencari senjata api laras panjang jenis AK-56 milik Polres Aceh Utara beserta amunisinya yang diambil pelaku dari korban Bripka Faizal.

"Untuk senjata AK-56 dan lainnya masih dalam pencarian, tadi malam diamankan sebuah granat jenis manggis dan pistol revolver milik Almarhum Bripka Anumerta Faisal yang diambil pelaku. Para pelaku diamankan di Mapolres Aceh Utara untuk diproses lanjut, sementara ZK yang tewas rencana diserahkan ke pihak keluarga," tutup Kabid Humas.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Misbahul Munauwar (foto: Tribratanewsaceh)

Sebelumnya diberitakan, seorang anggota Polres Aceh Utara bernama Bripka Anumerta Faisal gugur saat menjalankan tugas. Bripka Anumerta Faisal tewas ditikam oleh pelaku yang awalnya di infokan oleh masyarakat dan diduga menyelundupkan narkoba di kawasan Pantai Bantayan, Aceh Utara, Minggu 26 Agustus2018.

Bripka Anumerta Faisal tewas dengan sejumlah luka tusuk di bagian mata kiri, perut kiri dan bahu kiri setelah terjadi perlawanan perkelahian saat melakukan pengintaian kelompok kriminal bersenjata di lokasi tersebut berdasarkan informasi masyarakat.

Dalam kejadian tersebut terdapat 1 (satu) senjata api jenis Revolver dan 1 (satu) senjata api jenis AK-56 milik Bripka Anumerta Faisal pun diambil para pelaku kelompok kriminal bersenjata usai melakukan aksinya.

Atas kejadian tersebut pimpinan tertinggi Polri, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta setingkat lebih tinggi kepada almarhum yang gugur dalam melaksanakan tugas Kepolisian dari pangkat Brigadir menjadi Brigadir Kepala sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor : STR/597/VIII/2018 tanggal 26 Agustus 2018. Almarhum meninggalkan seorang istri dalam keadaan hamil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini