nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Narkoba dan HP, Dirjen Pemasyarakatan Razia Lapas

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 27 Agustus 2018 21:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 27 340 1942109 antisipasi-narkoba-dan-hp-dirjen-pemasyarakatan-razia-lapas-xDs1o9QveX.jpg Foto: Okezone

MAKASSAR - Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah mengambil langkah untuk minimalisir peredaran narkoba di dalam Lapas.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami saat hadir di Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) klas 1 Makassar Senin (27/8/2018).

Ia mengatakan langkah yang diambil terkait adanya tahanan Lapas kasus narkoba yang menjadi otak pembakaran rumah menewaskan satu keluarga telah dilakukan kerja sama dengan pihak BNNP Sulsel.

"Yang pasti kita melakukan razia selain penguatan kapasitas. Kita semua lakukan razia secara intensif. Kita minimalisir penyimpangan yang ada di dalam. Itu satu hari kita hilangkan sama sekali. Karna inikan transisi ada tuntutan dan kami tidak mau berhenti dengan kondisi yang sekarang," kata Sri Utami saat ditemui Lapas Makassar.

 narkoba

Utami menjelaskan saat ini Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham telah melakukan kerja sama dengan Direktorat Rehabilitasi dan pencegahan BNN. Karena menurutnya Lapas tak memiliki alat yang bisa mendeteksi peredaran narkoba di dalam Lapas.

"Jadi begini kita kerjasama dengan pihak BNN tidak hanya MoU kemarin. Ada direktorat rehabilitasi dan pencegahan dan lain-lain sebagainya. Kita buka pintu seluas-luasnya. Makanya kalau ada temuan Kalapas dan jajaran membuka kesempatan untuk silahkan kalau ada peredaran di dalam karena kita tidak punya alat," jelasnya.

Selain itu Utami juga menyebutkan penggunaan alat komunikasi dalam Lapas dibenarkan dengan persetujuan kepala lapas.

"Alat komuinikasi itu boleh, tapi itu yang disediakan oleh pihak Lapas. Seperti wartel mereka itu boleh," tuturnya.

 lapas

Namun faktanya setiap kali digelar razia selalu ditemukan alat komunikasi di dalam Lapas. Olehnya itu kata Sri akan terus dilakukan razia dan penindakan di dalam Lapas.

"Ini kadang-kadang warga pun ikut memberikan andil. Jadi tamu pun ikut andil selain oknum dari kami. Oknum dari kami pun masih ada dari mereka mau melakukan perubahan. Mereka tidak mau sadar sekarang sudah eranya sudan seperti ini peraturan tuntutan publik dan memang aturannya tidak boleh," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini