nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa Gunungkidul Terjadi Akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Rabu 29 Agustus 2018 11:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 08 29 510 1942950 gempa-gunungkidul-terjadi-akibat-aktivitas-lempeng-indo-australia-vlS6bzH0Lb.jpg Ilustrasi Gempabumi (foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA - Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Gunungkidul, Rabu (29/08/2018) pukul 01.36 WIB terjadi akibat adanya aktivitas Lempeng Indo-Australia. Gempa bumi ini tergolong gempa berkedalaman dangkal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak gempabumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Dia menambahkan, dampak gempabumi berdasarkan shakemap BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan guncangan dirasakan di daerah Bantul II SIG-BMKG (III MMI), Yogyakarta Karanganyar, Karang Kates II SIG-BMKG (II-III MMI). Getaran juga dirasakan di Purworejo, Trenggalek, Wonogiri I SIG-BMKG (II MMI), Sawahan, Banjarnegara dan Magelang I SIG-BMKG (I-II MMI).

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," tegas Rahmat.

Hingga pukul 02.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini