nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendidikan Selandia Baru Terbaik Dunia, Ini Bedanya dengan Indonesia

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Kamis 30 Agustus 2018 18:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 08 30 65 1943733 pendidikan-selandia-baru-terbaik-dunia-ini-bedanya-dengan-indonesia-v9Wvf4AHf7.jpg Ilustrasi Pendidikan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Dikenal sebagai negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Selandia Baru memiliki jurusan dan program pendidikan yang beragam dan berkualitas.

Melalui Education New Zealand (ENZ), Selandia Baru berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar berkualitas tinggi bagi setiap pelajarnya. Selain itu, pentingnya penekanan pelatihan praktis akan membuat para pelajar termasuk dari Indonesia lebih siap berkarir atau bahkan membangun bisnis sendiri.

Dua alumni lulusan University of Auckland, Jan Ramos Pandi dan Fin Kasali mengutarakan perbedaan kurikulum pembelajaran di New Zealand dengan di Indonesia.

“Perbedaanya kalau di sana lebih sering praktek, teori juga ada di kelas dan kesempatan internship-nya mudah. Yang penting balance antara praktek dan teori,” ujar Ramos di acara Media Gathering ENZ, Senopati, Jakarta, Kamis (30/8/2018).

Selain itu, kata Ramos, soal sistem pendidikan untuk mahasiswa di New Zealand dengan di Indonesia juga ada perbedaan. “Di sana (New Zealand) terlebih lagi kalau kita sakit berat, kita dapat gunakan visa student untuk health insurance, free diterima gratis tanpa biaya oleh rumah sakit di New Zealand.” tambah Ramos.

Dia pun menceritakan pengalamannya ketika jatuh sakita akibat mengikuti kegiatan organisasi pecinta alam di kampusnya. Ketika itu, cerita Ramos, dirinya segara dilarikan ke rumah sakit.

“Pihak rumah sakit di New Zealand tahu bahwa Ramos merupakan seorang mahasiswa dan cukup menujukkan visa student sehingga tidak dipungut biaya sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, Fin Kasali mengungkapkan, perbedaan kurikulum di Indonesia dan New Zealand. Menurutnya, hubungan pertemanan di Selandia Baru sangat baik dan tidak membedakan satu sama lain atau beda negara, sehingga semua fakultas dan jurusan di universitas tersebut bergabung.

“Kalau di sana semua jurusan bergabung menjadi satu untuk menyatukan pendapat, membahas isu-isu dan pendapat tersebut dapat menyelesaikan masalah,” ujar Fin.

 (Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini