nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Mahasiswa Jepang Ini Rekayasa Genetika Anggrek, Hasilnya Apa?

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Sabtu 01 September 2018 13:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 01 65 1944548 2-mahasiswa-jepang-ini-rekayasa-genetika-anggrek-hasilnya-apa-50obRdQD86.jpg Foto: Rekayasa Genetika Anggrek (Dok UGM)

JAKARTA – Dua mahasiswa program master asal Nagoya University, Jepang melalui pogram JSPS-DGHE Bilateral Joint Research Project dari Japan Society for Promoting Science Bilateral Joint Research Program (JSPS-BJRP) 2018 melakukan riset tentang genome editing untuk rekayasa genetika anggrek di Fakultas Biologi UGM.

Mereka adalah Kana Ninomiya mahasiswi program master di Graduate School of Bioagricultural Science dan Yuki Asano mahasiswa program master pada Graduate School of Science.

Keduanya, berkesempatan melakukan penelitian rekayasa genetika mengaplikasikan teknik genome editing dalam rekayasa genetika anggrek selama 2 minggu, sejak tanggal 18 hingga 31 Agustus 2018.

 

Melansir dari wesbite UGM, Sabtu (1/9/2018) Bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM, Endang Semiarti menjelaskan, program research exchange ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari kerja sama penelitian antara UGM dengan Nagoya University yg sudah dirintis sejak tahun 1995 silam.

“Dua mahasiswa dari Nagoya University ini datang ke Fakultas Biologi UGM untuk mengaplikasikan teknik genome editing dalam rekayasa genetika,” ungkapnya.

Endang menyebutkan bahwa teknik genome editing merupakan salah satu metode terbaru dalam pengembangan biologi molekuler dalam rekayasa genetika.

Teknik ini dilakukan menggunakan sistem CRISPR/Cas 9 yang efektif untuk memotong gen-gen penghambat pertumbuhan dan pembungaan sehingga menghasilkan tanaman anggrek yang cepat berbunga.

 

Penelitian tentang teknik genome editing dalam rekayasa genetika anggrek menggunakan CRISPR/Cas 9 merupakan penelitian yang dilakukan oleh Endang Semiarti dengan menggandeng peneliti Nagoya University yakni Yasushi Yoshioka dan Shogo Matsumoto. Penelitian tersebut berhasil mendapatkan dana hibah dari JSPS-BJRP 2017-2019.

Pada tahun kedua ini, Selain research exchange, juga digelar kuliah tamu yang diisi oleh Matsumoto yang memaparkan pengalaman risetnya dalam merekayasa tanaman hortikultura khsususnya apel dan anggrek pada (21/8/2018) di Auditorium F. Biologi UGM.

Sebelumnya tim JSPS- BJRP juga berkesempatan melakukan kunjungan ke lokasi Konservasi Anggrek Merapi di Area Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Desa Turgo, Taman Keanekaragaman Hayati di Telaga Sengon dan Gunung Bajo, Purwodadi, Tepus, yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Indah pada tanggal 19 dan 20 Agustus yang lalu.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini