nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pernikahan Bocah SD dan Siswi SMK di Bantaeng Tidak Tercatat di KUA

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 02 September 2018 07:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 02 340 1944761 pernikahan-bocah-sd-dan-siswi-smk-di-bantaeng-tidak-tercatat-di-kua-yF6MaxumXI.jpg Foto Istimewa

MAKASSAR - Mahalnya uang panaik atau mahar diduga menjadi salah satu alasan orang tua Rezki (13) dan Sarmila alias Mia (17) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan menikah dini.

Beredar kabar bahwa sang mempelai pria memberi uang belanja atau uang panaik sekitar Rp56.500.000 kepada pihak sang mempelai wanita.

Penyuluh Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng, Ustadz Muhammad Sukri mengatakan, bahwa besarnya uang panaik menjadi faktor yang menggiurkan dan juga masih kentalnya hubungan kekerabatan.

Apalagi diketahui kedua orang tua anak ini masih ada hubungan darah. Letak desa keduanya masih bersebelahan, hanya berjarak sekitar 2 KM dari rumah antara mempelai pria dan wanita.

 nikah

“Orang disini rata-rata tergiur mahar tinggi. Mereka jalla appa’bunting (bangga menikahkan anaknya),” kata Sukri saat dihubungi.

Sukri mengaku pernikahan pasangan Rezki dan Mia tidak tercatat di KUA. Pernikahan keduanya tidak didaftarkan oleh orang tuanya di KUA sehingga yang menikahkan adalah ayah kandung dari mempelai wanita.

Tidak mendaftarkannya di KUA karena takut ditolak.

Meski keduanya telah melangsungkan akad nikah di kediaman mempelai wanita, di Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Bantaeng Kamis (30/8/2018) malam.

Selain itu alasan mendasar orang tua dari pihak mempelai laki-laki maupun wanita menikahkan anaknya karena untuk menghindari perbuatan zina. Dimana Rezki dan Mila memang telah lama menjalin hubungan asmara.

Ayah Rezki, Salaming, mengatakan alasan menikahkan anaknya agar menghindari fitnah yang dapat merusak nama baik keluarga baik dari pihak mempelai wanitanya.

Apalagi orang Bantaeng masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang sangat kental dengan budaya siri’ (malu) sebagai suku Makassar.

"Maka kita nikahkan saja. Untuk menghindari hal tidak diinginkan sekaligus supaya tidak ada lagi cerita cerita di belakang. Karena maumi menikah jadi kita kasi nikah,” kata Salaming kepada Okezone saat dihubungi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini