nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Punya Kaki Sebesar Batang Pohon Kelapa, Anak Yatim Ini Butuh Uluran Tangan

Abimayu, Jurnalis · Senin 03 September 2018 01:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 02 340 1944980 punya-kaki-sebesar-batang-pohon-kelapa-anak-yatim-ini-butuh-uluran-tangan-Jlm9sIYwBi.jpg

BUNGO - Memprihatinkan Siang dan malam Yudis Saputra (18), terbaring lemas tidak bisa tidur nyeyak, karena menahan rasa sakit yang di deritanya. Sakit itu dikarenakan kaki kanannya yang membengkak sebesar pohon kelapa. Dari diagnosa medis, ia menderita kanker tulang.

Saat ini Yudis dirawat di zal bedah kamar mawar 1, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H.Hanafie Muara Bungo. Yudis sedang menunggu waktu rujukan ke Padang untuk mengamputasi kakinya.

Salimah (55) ibu Yudis menceritakan bahwa anaknya ini sudah 10 bulan lamanya menderita sakit. Beberapa bulan lalu Yudis juga sudah pernah dibawa untuk berobat ke Jakarta. Karena tidak mau diamputasi, akhirnya Yudis dibawa pulang ke Bungo.

"Waktu dibawa ke Jakarta kemarin Yudis tidak mau diamputasi, makanya kami putuskan untuk pulang. Tapi sampai dirumah kaki Yudis semakin membesar. Bahkan Yudis sampai menangis menahan rasa sakit," ucap Salimah.

Sebut Salimah, sakit yang diderita Yudis ini berawal ketika jatuh saat bermain bola kaki di Dusun Pelayang. Awalnya anaknya itu, menduga hanya kesleo biasa saja, Yudis hanya dibawa ke tukang urut tradisional saja untuk mendapatkan pengobatan. Tapi lama-lama kaki Yudis semakin membesar.

"Kami cukup kesulitan untuk biaya, ayah Yudis sudah meninggal 2 tahun lalu. Kami bahkan sampai menjual kebun untuk biaya pengobatan Yudis. Sementara dari pihak Pemerintah Dusun tidak ada perhatian," ungkapnya dengan nada sedih.

Untuk biaya pengobatan Yudis memang sudah ditanggung BPJS Kesehatan. Namun untuk biaya transportasi dan lainnya harus ditanggung oleh pihak keluarga. Pihak keluarga bahkan sampai menjual kebun untuk biaya pengobatan Yudis.

"Biaya yang dikeluarkan dalam satu hari saat ini sekitar Rp 200 ribu, itulah yang kami tanggung. Untungnya kami dibantu oleh komunitas sosial Sedekah Seribu Sehari (SSS). Kami juga susah jika dirujuk ke padang nanti. Pasalnya kami tidak ada keluarga disana," tutupnya.

Terpisah ketua SSS Linda mengakui sudah turut membantu keluarga Yudis. Namun, ia juga berharap adanya dermawan yang turut membantu. Sumbangannya bisa disalurkan melalui nomor rekening SSS.

"Kami juga akan membantu pihak keluarga selama proses pengobatan di Padang. Di Padang juga ada SSS disana. Kami sudah melakukan komunikasi, nanti kawan - kawan disana yang akan membantu selama proses pengobatan ," ucapnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini