Share

Kelangkaan Elpiji di Kaltara, Pemerintah Akan Lakukan Hal Ini

Ade Putra, Okezone · Senin 03 September 2018 23:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 03 340 1945525 kelangkaan-elpiji-di-kaltara-pemerintah-akan-lakukan-hal-ini-qnOp3BwO9Z.jpg

KALTARA - Kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram atau yang biasa disebut dengan gas melon meresahkan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara). Kelangkaan gas bersubsidi ini meresahkan karena tingkat pakai elpiji di Kaltara cukup tinggi.

Pada 2017 saja, tingkat pakai gas melon warga Kaltara mencapai 2.979.666 tabung gas. Konsumsi publik akan simelon meningkat pada 2018 yang mencapai 3.273.000 tabung.

Pertamina mengungkapkan, ada banyak hambatan yang ditemui di lapangan yang menyebabkan kelangkaan elpiji. Salah satunya adalah akses transportasi yang masih minim, mengingat di Kaltara belum ada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) sehingga transportasi menjadi hal krusial dan menentukan ketersediaan elpiji di wilayah itu.

Kemudian, cuaca buruk juga menghambat suplai si melon. Distribusi gas melon yang masih menggunakan kapal laut sangat ditentukan dengan tingginya gelombang pasang. Tingginya air laut sejak Agustus lalu, disebut sebagai salah satu kambing hitam kelangkaan gas di daerah itu.

Selain itu, tidak diprioritaskannya kapal pengangkut elpiji 3 kg saat proses bongkar muat di pelabuhan juga menyumbang terhambatnya proses distribusi gas elpiji ke masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, politikus PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati, untuk mencari solusi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kalimantan Utara.

Deddy menyampaikan, dengan sejumlah hambatan yang dilaporkan distributor, Dirut Pertamina berjanji segera mengeksekusi solusi untuk menjaga kelancaran pasokan elpiji 3 kg di Kaltara.

Adapun langkah yang disepakati dan direkomendasikan Pertamina adalah membangun SPBE di Kaltara bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain itu, disiapkan juga skema pembuatan lahan penyimpanan elpiji 3 kg untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

"Ada skema storage tapi lahannya disiapkan pemda," ucap Deddy, melalui pernyataan tertulis, Senin (3/9/2018).

Rekomendasi selanjutnya, kata Deddy, Pertamina akan menambah pasokan gas elpiji dengan mengacu kebutuhan elpiji 3 kg di Kaltara yang diprediksi mencapai 3.273.000 tabung pada 2018.

"Monitoring subsidi biar tepat sasaran. Pertamina sepakat elpiji 3 kg harus tersedia," ungkap Deddy, yang baru diangkat jadi warga kehormatan Suku Tidung tersebut.

"Bila perlu sediakan SPBU dan SPBG mini tiap desa yang hanya berbiaya Rp40 juta. Pertamina siap membantu jaminan ke bank agar BUMD atau BUMDes itu bisa mendapat pinjaman," ujar Deddy.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini