nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susu Kambing Etawa Disulap Jadi Jelly Suplemen Makan, Manfaatnya?

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Senin 03 September 2018 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 03 65 1945303 susu-kambing-etawa-disulap-jadi-jelly-suplemen-makan-manfaatnya-OYnLDVOl3K.jpg

JAKARTA – Empat dosen Universitas Brawijaya Dr. Masdiana C Padaga, drh.,M.App.Sc (FKH), Drh. Ajeng Erika Prihastuti Haskito, M.Si (FKH), Ar Rohman Taufiq Hidayat, S.T.,M.Agr.Sc (FT), dan Kartika Putri Kumalasari, SE., MSA.Ak.Ca (FIA) membuat suplemen makanan dari susu kambing etawa berbentuk jelly dan effervescent.

Jelly dan Effervescent dipilih karena memiliki banyak keunggulan, di antaranya praktis, cepat larut dalam air, dan menghasilkan rasa yang enak. Sedangkan susu kambing dipilih karena mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan terutama untuk antioksidan.

"Untuk menjadi produk effervescent dan jelly, susu kambing diproses dengan pasteurisasi, fermentasi denganpenambahan BAL, pemisahan kasein dari whey, dan pan drying," kata salah satu perwakilan tim Kartika yang dilansir dari website UB, Senin (3/9/2018).

Fermentasi dengan Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan metoda yang sudah lama digunakan untuk produk olahan susu. Produk susu fermentasi dipercaya bisa memberikan efek yang menyehatkan dan dapat menyembuhkan beberapa penyakit.

Dalam penyimpanan dan pemasarannya, produk yang terbuat dari kasein yoghurt susu kambing tersebut tidak memerlukan peralatan khusus seperti lemari es atau freezer, karena produk ini mempunyai kadar air dan aktifitas air yang relatif rendah, serta dikemas dalam kondisi vakum dengan bahan kemasan dari plastik dan aluminium foil.

"Pengemasan dengan kondisi tersebut dapat mencegah dari kerusakan akibat teknis maupun kemungkinan cemaran mikroorganisme dan dapat menekan biaya penyimpanan dan pemasaran produk," katanya.

Keunggulan lain produk tersebut mempunyai nilai zat gizi tinggi karena bahan baku lebih dari 80% adalah susu kambing. Inovasi produk kasein ini disambut baik oleh Kemenristekdikti melalui program IPTEK bagi Inovasi Kreativitas Kampus yang dibiayai oleh Kemenrisetdikti dan Universitas Brawijaya.

(Feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini