nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nelayan Pemerkosa Anak Tiri Berulang Kali hingga Hamil Dihukum 10 Tahun Penjara

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 10:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 04 340 1945651 nelayan-pemerkosa-anak-tiri-berulang-kali-hingga-hamil-dihukum-10-tahun-penjara-zSOyXZ4MyQ.jpg Ilustrasi Persidangan (foto: Shutterstock)

MAKASSAR - Ramli (35) pelaku sekaligus terdakwa dalam kasus pemerkosaan terhadap anak di Makassar dijatuhi hukuman pidana 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar, Teguh Sri Raharjo menjatuhkan vonis bersalah terhadap nelayan di Pulau Sangkarrang, Makassar, Sulawesi Selatan itu lantaran terbukti melakukan kejahatan seksual terhadap anak.

Terdakwa mencabuli anak angkatnya berusia 16 tahun berinisial RR yang tak lain adalah anak tirinya.

"Terdakwa terbukti dan menyatakan terdakwa sah telah melakukan perbuatan kejahatan seksual. Memutuskan terdakwa menjalani hukuman 10 tahun penjara subsider 4 bulan,” tegas Teguh, di pengadilan Negeri Makassar, saat membacakan putusanya Senin 3 September 2018.

Terdakwa Pemerkosa Anak Tiri Hingga Hamil di Makassar Jalani Sidang Vonis (foto: Herman A/Okezone)Terdakwa Pemerkosa Anak Tiri Hingga Hamil di Makassar Jalani Sidang Vonis (foto: Herman A/Okezone)

Aksi bejat terdakwa dilakukan dengan cara menyetubuhi anak tirinya secara berulang kali terjadi pada 2017 lalu. Kejahatan seksual yang dilakukan terdakwa terjadi di tempat berbeda. Bahkan terdakwa yang sudah tak kuasa menahan nafsu bejatnya itu menyetubuhi anaknya di dua daerah di luar Sulawesi Selatan.

Masing-masing dilakukan pada waktu siang di Pulau Tembang, Pagimana, Sulawesi Tengah pada November 2017. Kemudian berlanjut pada Desember 2017 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Perbuatan Ramli terungkap setelah anak tirinya hamil. Keluarganya yang melihat perut gadis 16 tahun ini sudah membesar langsung melaporkan ke pihak kepolisian.

Atas pertimbangan ini, ketua majelis hakim di sidang ini, Teguh Sri Raharjo menjatuhkan hukuman selama 10 tahun penjara.

“Mengadili terdakwa melanggar pasal 76D juncto pasal 81 ayat (1), (3) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," terang Teguh saat membacakan amar putusannya.

Sementara itu, jaksa penuntut umum, Muhith Nur, mengungkapkan bahwa putusan majelis hakim ini sama dengan tuntutan yang diberikan pihaknya.

Menurut Muhith salah satu pertimbangannya ialah sikap Ramli yang seharusnya melindungi anaknya. “Harusnya dia melindungi anaknya. Bukannya seperti itu,” kata Muhith.

Ramli sendiri tidak mengajukan banding atas vonis yang dibacakan majelis hakim. Dia mengakui kesalahannya dan siap menjalani hukuman 10 tahun penjara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini