nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Tahu Soal Kematian, Kunjungi Museum Kematian di Unair Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 21:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 04 519 1945902 ingin-tahu-soal-kematian-kunjungi-museum-kematian-di-unair-surabaya-oc6M89eele.jpg Foto: Okezone

SURABAYA - Bagi Anda yang ingin tahu tentang kematian, alangkah baiknya berkunjung ke museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian atau lebih dikenal dengan sebutan museum kematian. Museum kematian sendiri terletak di Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jatim.

Sebab dengan berkunjung ke museum kematian, Anda bisa melihat kerangka atau tengkorak manusia sungguhan. Selain itu, pengunjung juga disuguhkan sejumlah replika makam dan proses pemakaman yang ada di Indonesia.

Seperti kuburan bayi di Toraja atau makam Belanda, dan makam Trunyan di Bali. Aroma mistis makin terasa karena di dalam museum ada bau dupa yang menyengat hidung dan musik pengiring. Sehingga jika Anda ingin masuk ke museum harus persiapkan mental agar tidak takut.

Salah satu pengurus museum Kematian, Desi Bestiana, menjelaskan museum ini sendiri sebenarnya sudah lama berdiri tepatnya pada tahun 2006. Saat itu hanya berupa koleksi replika makam yang terletak pada salah satu ruangan.

 mueum

Museum kematian ini didirikan jurusan Antropologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Kemudian pada 2014 bangunan museum kematian direnovasi karena mendapat hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan adanya museum kematian ini, pengunjung bisa mempelajari antropologi sosial budaya dan antropologi ragawi. Supaya dua peminatan itu bisa bersatu, maka didisplaykan di museum ini.

"Kematian itu bisa dilihat dari budaya dan bisa dilihat dari segi tubuh manusia, karena setelah mati manusia akan dikubur dan diproses dalam pembusukan," ungkapnya, Selasa (4/9/2018).

 mueusm

Desi menambahkan, koleksi dalam museum kematian berupa replika. Namun untuk kerangka yang ada di museum bukan replika, tapi kerangka betulan. Kerangka itu didapat dari kepolisian, yang jenazah tanpa identitas.

"Selain kerangka, koleksi museum ini juga banyak benda-benda etnografi seperti berbagai fosil dan buku-buku tentang etnografi. Museum ini buka pukul 10.00 WIB sampai 15.00 WIB mulai hari Senin sampai Jumat," tandas Desi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini