nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbakar Hebat, Ridwan Kamil Sesalkan Buruknya Pengelolaan Pasar Induk Gedebage

CDB Yudistira, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 11:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 04 525 1945678 terbakar-hebat-ridwan-kamil-sesalkan-buruknya-pengelolaan-pasar-gedebage-IIlahclZdX.jpg Ridwan Kamil Kunjungi Lokasi Kebakaran di Pasar Induk Gedebage, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG - Ratusan kios di Pasar Induk Gedebage, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, pada Senin 3 September‎ 2018, habis dilahap si jago merah. Kebakaran yang terjadi menghanguskan ratusan kios yang terdapat blok tiga sampai dengan blok tujuh.

Pasca kebakaran, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendatangi lokasi kebakaran di Pasar Induk Gedebage, ‎pada Selasa (4/9/2018), dengan didampingi Kadis Pemadam Kota Bandung Ferdy Ligaswara.

Ridwan Kamil Kunjungi Lokasi Kebakaran di Pasar Induk Gedebage, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)Ridwan Kamil Kunjungi Lokasi Kebakaran di Pasar Induk Gedebage, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)

Dalam kesempatan itu, Emil sapaan lain Ridwan Kamil, menyempatkan untuk berinteraksi dengan para pemilik kios, yang kios-kiosnya terbakar. Emil menyesalkan, buruknya pengelolaan di Pasar Induk Gedebage. Pasalnya, insiden kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Gedebage, sering kali terjadi.

"Nah pasar ini dikelola swasta jadi saya menyesalkan tata cara pihak swata ini jauh dari safety gitu. Di lahan Gedebage ini wartawan tolong ingatkan, terbagi dua. Ada lahan milik PD Pasar yang menjadi wilayah hukumnya Pemerintah Kota Bandung, ada pasar yang milik swasta. Kebakaran-kebakaran ini terjadi beberapa kali selalu di pasar milik swasta," kata Emil.

Sebagai Wali Kota, Emil bakalan meminta pengelola swasta, yakni PT Ginanjar, untuk bertangungjawab terhadap para konsumennya (para pedagang), untuk meningkatkan standar operasional terkait kemanan pasar.

"‎Pertama tanggung jawab terhadap konsumennya karena rata-rata membeli 50 sampai 70 juta per kios, tapi tanpa kelengkapan safety, padahal kalau api kecil sekarang dari pedagang pasar dulu dari konslet harusnya di padamkan oleh pemadam kecil, tabung pemadam harusnya di sediakan oleh pihak swasta," katanya.

Tak hanya itu, Emil juga meminta untuk pengelola untuk merapihkan para pedagang kaki lima, yang diketahui, memang berada di kawasan yang dikelola oleh PT Ginanjar.

"Jadi intinya jangan hanya mengejar duit ekonomi, tapi mengabaikan keselamatan," tambahnya.

Adapun langkah sementara dari Pemkot Bandung, Emil menuturkan, bakal merelokasi para pedagang, untuk membuka lahan sementara di kawasan yang menjadi milik PD Pasar, di Pasar Induk Gedebage. Meski begitu, relokasi hanya untuk para pemilik kios yang menjadi korban dalam kejadian kebakaran tersebut. Relokasi tidak diperuntukan bagi para pedagang kaki lima.

Lokasi Kebakaran di Pasar Induk Gedebage, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)Lokasi Kebakaran di Pasar Induk Gedebage, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)

Sementara itu Kepala PD Pasar Pasar Gede Bage, Rijal Faisal‎ menungkapkan, ada 219 kios yang terbakar. Dengan kejadian ini, pihaknya bakalan mendirikan posko pengaduan untuk para pedagang yang kiosnya terbakar, guna dilakukannya pendataan.

"InsyaAllah kita dari PD pasar mewakili pemerintah all out membantu pedagang meskipun sebenarnya semua ini ada di PT Ginanjar," katanya di waktu dan tempat yang sama.

Pantauan wartawan di Pasar Induk Gedebage, nampak para pedagang yang kiosnya terbakar, tengah membersihkan puing-puing sisa kiosnya. Para pedagang itu pun turut mengambil sisa-sisa barang dagangan dari kios - kios mereka.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini