PPP Tantang Koalisi Prabowo Buktikan Temuan 25 Juta Pemilih Ganda

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 12:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 04 605 1945715 ppp-tantang-koalisi-prabowo-buktikan-temuan-25-juta-pemilih-ganda-qYFdcHtq6F.jpg Arsul Sani (foto DPR.go.id)

JAKARTA - Sekjen partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak daftar pemilah tetap (DPT) Pemilu 2019 karena menemukan 25 juta pemilih ganda. Sekjen PPP sekaligus Wakil Ketua Timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arsul Sani meminta koalisi Prabowo memberikan bukti ke KPU jika memang ada DPT ganda.

“Kalau memang itu (ada), berikan buktinya, jadi jangan berstatemen berbasis katanya-katanya, berikan saja buktinya mana 25 juta yang (pemilih) berganda itu, minimal dengan random sampling, gitu dong,” ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Dikatakan Arsul, ia sangat menghormati penolakan tersebut apabila diserta dengan bukti kongkret sesuai fakta. Bilamana hal tersebut memang ada, maka dilakukan koreksi bersama-sama terkait data 25 juta data pemilih ganda.

“Kalau ternyata masalahnya dan ada temuan tapi ternyata enggak 25 juta ya mari kita lihat, perlu dikoreksi apa bener 25 juta,” ungkap Arsul.

"Kan sebenarnya begini, jumlah DPT nya berapa, kemudian dikaitkan dengan data sensus kependudukan berapa jumlah umur segala macam. Mungkin enggak ada 25 juta itu? Jangan-jangan 2.500 atau 25 ribu," tambahnya.

Sebelumnya, Sekjen PKS Mustafa Kamal mengatatakan bahwa pihak parpol koalisinya akan menolak KPU memplenokan DPT Pemilu 2019 dengan data sekarang, karena alasan ada pemilih ganda.

"Kami konfirmasi lagi ke KPU dari data itu, dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda," ujar dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini