nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tertinggal Jauh dari Korsel, Kemenristekdikti Gencarkan Pendidikan Jarak Jauh

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Selasa 04 September 2018 17:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 04 65 1945945 tertinggal-jauh-dari-korsel-kemenristekdikti-gencarkan-pendidikan-jarak-jauh-QC5ePO6C5z.jpg Foto: Menristekdikti (Dok. Kemenristekdiktik)

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia saat ini masih berada pada 32,5%. Jika dibandingkan dengan negara maju seperti Korea Selatan (Korsel) cukup jauh tertinggal, karena APK Pendidikan Tingginya sudah di angka 92%.

Menteri Nasir mengatakan, mengingat wilayah Indonesia yang sangat luas maka salah satu solusi Kemenristekdikti untuk meningkatkan APK Pendidikan Tinggi di Indonesia adalah dengan Pendidikan Jarak jauh (PJJ).

“Dalam hal membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dapat dilakukan pendidikan melalui jarak jauh. Seperti dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang dapat menjangkau banyak wilayah, baik di dalam, maupun di luar negeri melalui program belajar jarak jauhnya,” ujar Menteri Nasir saat memberikan sambutan pada acara Dies Natalis UT ke 34 di gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan, Selasa (4/9/2018).

Pertemuan Menristekdikti dengan Forum Guru Besar ITB Bahas Kebijakan Teknologi Nasional

Menteri Nasir menambahkan bahwa saat ini dunia telah berada pada era Revolusi Industri 4.0, oleh karena itu sistem pendidikan tinggi termasuk Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) harus mampu beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman. Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini dijalani oleh UT harus juga dapat berevolusi dan mendapat sentuhan perkembangan teknologi 4.0 agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.

Menristekdikti menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ada pergeseran yang luar biasa, saat ini produk apapun dapat terintegerasi ‘digital’, fisik, dan human-nya. Hal ini dapat dimanfaatkan di bidang pendidikan jarak jauh.

Menristekdikti Mohamad Nasir Bicara Mutu Pendidikan di Tanah Air

"Saya membayangkan nantinya orang yang sedang berlayar di berbagai belahan dunia bisa berkuliah dengan hanya membawa handphone" imbuhnya

Dalam acara Dies Natalis UT ke 34 bertajuk "Merajut Nusa, Membangun Bangsa", Menteri Nasir memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada UT atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas dan tridharma perguruan tinggi. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada UT karena menjadi pelopor program Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ).

"UT dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendidik bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Harapan saya APK Pendidikan Tinggi Indonesia tahun 2019 bisa tumbuh mencapai 35%,” pungkas Menristekdikti.

(Feb)

Sementara itu, Rektor UT (Universitas Terbuka) Ojat Darojat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UT diberi mandat sesuai SK Presiden Nomor 41 Tahun 1984 untuk memberikan layanan akses perguruan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Program Nawacita ke 5, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, terutama di daerah pinggiran.

Didampingi Istri, Kapolri Hadiri Penutupan Pendidikan Akpol Angkatan 49 di Semarang

"Kepentingan UT adalah untuk membangun kualitas SDM, bukan hanya di perkotaan, tapi juga ke wilayah provinsi dari Sabang sampai Merauke" tutur Ojat

Bahkan Universitas Terbuka akan mendukung program Kemenrisetdikti dan perguruan tinggi lainnya dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pendekatan Baru Berbasis Teknologi bidang Pendidikan Ruangguru

"UT siap mendukung program Kemenristekdikti serta membantu perguruan tinggi lain agar memiliki kapasitas dalam pembelajaran jarak jauh", tambah Rektor UT.

Sebelum memberikan kuliah umum, Menteri Nasir mengawali kegiatan dengan jamuan ‘coffee morning’ bersama Rektor dan Civitas UT di samping Danau UT sembari menikmati pesonanya. Turut hadir pada acara ini Staf Ahli Bidang Akademik Paulina Panen, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Rina Indiastuti, serta civitas akademika lainnya.

(Feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini