nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alatnya Rusak, Tim Evakuasi Pekerja yang Terjebak di 'Lubang Jarum' Ditarik

Abimayu, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 22:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 05 340 1946629 alatnya-rusak-tim-evakuasi-pekerja-yang-terjebak-di-lubang-jarum-ditarik-boV9Gtm3zc.jpg Tim Evakuasi korban di lubang jarum Jambi (Foto: Abimayu)

MERANGIN - Memasuki hari ketiga pencarian korban yang tewas di dalam lubang tambang emas ilegal (Lubang Jarum), seluruh tim gabungan yang diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban telah ditarik dari lokasi kejadian yang ada di Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin, Jambi.

Mereka kini disiagakan di Mapolsek Sungai Manau. Keputusan ditariknya seluruh personel yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Sar Brimob, Polres Merangin dan Kodim 0420 Sarko atas pertimbangan, di mana seluruh alat yang digunakan untuk mengevakuasi korban mengalami kerusakan.

 Tambang Lubang Jarum

Tak hanya alat yang rusak, untuk debit air yang merendam lubang tambang pun juga tidak ada pengurangan dari hari-hari sebelumnya. Bahkan, debit air semakin tinggi. Namun, tim gabungan ini belum bisa memastikan apakah operasi evakuasi korban ini akan dihentikan apa belum, mengingat nantinya seluruh unsur terkait dalam misi evakuasi ini akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak keluarga korban.

Dari data yang didapat dari pihak kepolisian, untuk data terbaru pekerja tambang yang ada saat kejadian berjumlah 20 orang, dan yang telah dipastikan meninggal di dalam lubang berjumlah tujuh orang.

Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Nixon menjelaskan, jika untuk saat ini seluruh pasukan ditarik dan disiagakan di Mapolsek Sungai Manau.

“Untuk saat ini, seluruh personel sudah berada di Mapolsek Sungai Manau, dan kita masih menunggu pentunjuk pimpinan untuk langkah selanjutnya,” jelas Iptu Nixon.

Kapolsek menambahkan, banyaknya kendala di lokasi kejadian juga menjadi faktor utama sulitnya mengevekuasi korban dari dalam lubang tambang.

“Seluruh alat penyedot air yang kita andalkan dalam menguras air di dalam tambang tidak berfungsi lagi, bahkan untuk alat penerangan juga mengalami kerusakan makanya kita kembali ke Mapolsek. Jika kita terlalu lama di lokasi juga tidak bisa mengevakuasi korban tanpa alat yang memadai,” tutupnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini