nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Hadapan Mahasiswa UNY, Barli Asmara Akui Pernah Jadi Pesuruh Rumah Batik

Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu 05 September 2018 17:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 05 65 1946488 di-hadapan-mahasiswa-uny-barli-asmara-akui-pernah-jadi-pesuruh-rumah-batik-WD3EmJLW0X.jpg Foto: Barli Asmara (Dok UNY)

JAKARTA - Bagi sebagian orang untuk dikatakan modis berarti mesti bergaya trendi. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Barli Asmara. Menurutnya desainer fashion harus menekankan pada your own fashion statement dan menciptakan tren.

“Kunci untuk menjadi modis adalah nyaman dengan gaya yang dipakai. Jika gaya yang dipakai tidak mewakili kepribadian, ya tidak perlu diikuti,” ujar Barli.

"Tren memang berubah, tetapi kalau sesuatu yang lagi tren sekarang tidak cocok dipakai, sebaiknya jangan dipakai. Lebih baik memiliki personal style sebagai ciri khas," ujarnya dalam sebuah ajang kompetisi yang diikuti dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (4/9/2018).

"Memang kita tetap mesti melihat tren terkini, apa sih yang sekarang banyak diminati, misalkan busana muslim lagi musim outer, ya kita kemudian bisa bikin seperti itu tapi dengan ciri khas dari karya kita," jelasnya.

 

Barli Asmara, mengajak mahasiswa untuk dapat mencari inspirasi yang seluas-luasnya, tanpa batas dalam menciptakan sebuah karya. Barli Asmara sendiri memang telah diperhitungkan sebagai salah satu fashion designer berpengaruh di Indonesia. Ia mampu membuat banyak orang terpukau dengan karyanya di panggung runway di Jakarta hingga New York. Namun, ternyata seorang Barli Asmara juga mengalami pasang surut perjalanan karier di dunia yang membesarkan namanya tersebut.

"Karier dan segala pencapaian ini tidak instan tapi butuh perjuangan. Banyak yang tidak tahu bagaimana perjuangannya meniti karier hingga kini sudah 15 tahun saya berkarya. “Bahkan saya pernah menjadi pesuruh di rumah batik, hal ini dilakukan agar bisa dekat dengan cita-cita saya untuk menjadi seorang designer," kenang Barli.

Tak hanya itu, dia memulai kariernya dari show pentas seni remaja, cerita tentang workshop pertamanya di gang kecil yang becek hingga kisahnya yang tidak mampu membayar taksi ke sebuah acara fashion show.

 

Dengan segala pengalamannya itu, Barli berharap para mahasiswa tidak mudah menyerah dalam menggapai cita-cita. Menurutnya, tidak ada hal yang tidak mungkin dicapai selama kita tidak menyerahkan passion begitu saja dan terus mengasah determinasi.

“Bekerja keras, semangat, jangan andalkan idealisme untuk diri sendiri, tidak boleh egois, harus berbagi, raihlah mimpi, dan ucapkanlah dengan hal-hal positif supaya kebaikan bisa kembali kepada diri kita sendiri,” begitu nasihatnya kepada para mahasiswa.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini