nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mobil Mewah Kena Pajak hingga 195%, Begini Perhitungannya

Antara, Jurnalis · Kamis 06 September 2018 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 06 15 1946771 mobil-mewah-kena-pajak-hingga-195-begini-perhitungannya-eBbjsJqdHX.jpg (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pembelian mobil mewah yang diimpor utuh dari luar negeri (CBU/completely built-up) akan dikenakan pajak hingga 195 persen sebagai dampak dari kebijakan pengendalian impor barang konsumsi melalui penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) Pasal 22.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan, kebijakan tersebut dapat mengurangi impor mobil mewah. "Diharapkan untuk bisa mengurangi 'appetite' untuk mengimpor mobil mewah karena harganya bisa mencapai tiga kali lipat," ujar dia di Jakarta.

 Menkeu Sri Mulyani: Dengan UU PNBP Pemerintah Bisa Pangkas 70.000 Tarif Kementerian atau Lembaga

Impor mobil mewah dikenakan instrumen perpajakan antara lain bea masuk 50 persen, pajak pertambahan nilai 10 persen, PPh impor 10 persen, dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 10 persen hingga 125 persen.

Sri Mulyani memaparkan impor mobil mewah kena PPnBM telah menghasilkan devisa USD87,88 juta selama Januari hingga Agustus 2018.

Pemerintah menerapkan kebijakan pengendalian impor barang konsumsi melalui penyesuaian tarif PPh impor terhadap 1.147 pos tarif sebagai strategi mengatasi defisit neraca pembayaran.

 Intip Interior dan Eksterior 2 Mobil BMW Bermesin 4 Silinder 2000cc

Dari 1.147 pos tarif tersebut, sebanyak 210 item komoditas mengalami peningkatan tarif dari 7,5 persen menjadi 10 persen. Mobil mewah CBU dan motor besar termasuk dalam kategori 210 item komoditas tersebut sehingga tarif PPh impornya dinaikkan menjadi 10 persen.

Sri Mulyani mengatakan peraturan Menteri Keuangan mengenai penyesuaian tarif pajak penghasilan impor tersebut telah ditandatangani dan akan berlaku tujuh hari setelahnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini