nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Ada Radio, Ronny Adhikarya Dalami Komunikasi via Wayang dan Ludruk

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Jum'at 07 September 2018 15:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 07 65 1947456 sebelum-ada-radio-ronny-adhikarya-dalami-komunikasi-via-wayang-dan-ludruk-rq29P2yUOC.jpg Wayang (Foto: Okezone)

JAKARRTA - Siapa yang mengira bahwa Ronny Adhikarya, Ph.D, mantan staf peneliti East-West Center atau Communication institute di bawah pimpinan langsung Prof. Wilbur Scharmm (seorang pakar komunikasi dan disebut “ayah dari studi komunikasi”), ini pada awalnya tidak mengetahui apa itu Komunikasi.

“Awalnya saya tidak tahu siapa itu Wilbur Scharmm, apa itu komunikasi,” ucap Ronny, seperti dikutip dari Universitas Brawijaya, Jumat (7/9/2018).

wayang 

Doktor komunikasi lulusan USA kedua dari Indonesia setelah Prof. Alwi Dahlan ini, membagikan kisah perjalanannya dari yang awalnya tidak mengenal apa itu komunikasi sampai menjadi salah satu tokoh komunikasi Indonesia.

Bertempat di Nuswantara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Ronny menyampaikan kuliah yang bertema ‘Pengaruh Ilmu Komunikasi Untuk Tacit Knowledge dan Penerapan Praktis Ronny Adhikarya (1970-2018).

Salah satu risetnya yang yang bertema Komunikasi Pembangunan dengan memanfaatkan media tradisional seperti wayang golek dan ludruk menjadi media pembangunan, berhasil membawa namanya menjadi tokoh komunikasi Indonesia.

radio

“Dulu radio belum meluas di Indonesia. Maka dari itu saya pelajari media tradisional seperti wayang golek dan ludruk sebagai media pembangunan," tutur Ronny.

Meskipun Ronny pada awalnya tidak memiliki banyak pengetahuan tentang ilmu komunikasi, tetapi saat umurnya 15-16 tahun dia sudah menjadi aktifis dan wartawan.

Hal tersebut yang kemudian membawanya menjadi Kolaborator dan Doctoral Advise dari Prof, Everett Rogers di Standford University.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini