Mahasiswa Unair Sabet Tiga Juara Lomba Farmasi Internasional di Jepang

Vanni Firdaus Yuliandi, Okezone · Jum'at 07 September 2018 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 07 65 1947531 mahasiswa-unair-sabet-tiga-juara-lomba-farmasi-internasional-di-jepang-DS1a4ESFg7.jpg Foto: Mahasiswa Unair sabet juara internasional (Dok. Unair)

JAKARTA – Universitas Airlangga kembali melebarkan sayapnya untuk bisa mencapai target 500 besar dunia. Tiga delegasi Unair yang berasal dari Fakultas Farmasi (FF) berhasil membawa tiga juara pada event Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) di Showa University, Fujiyoshida, Jepang.

Asia Pacific Pharmaceutical Symposium disingkat APPS merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Office (APRO). APRO sendiri adalah bagian dari IPSF yang bertugas melaksanakan semua program IPSF di wilayah regional Asia Pasifik.

APPS bertujuan memberi kesempatan bagi mahasiswa farmasi regional Asia Pasifik agar dapat saling berinteraksi dan berbagi pengetahuan tentang pengembangan dan pendidikan ilmu farmasi. Mahasiswa FF angkatan 2017 Tri Wahyudi menjadi delegasi untuk Unair bersama dua rekannya, yaitu Wildhani Alfianna angkatan 2015 dan Wanda Brilianty angkatan 2017.

“Dari lomba tersebut kita berhasil memenangkan tiga kategori,” ungkap Tri dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (7/9/2018).

Dari beberapa cabang delegasi Unair berhasil meraih Most Favourite Poster in Pharmaceutical Poster Competition APPS 2018 yang diraih oleh tim. Selain itu juga berhasil meraih 1st Winner of Advance Patient Counseling Event dan 1st Winner of Clinical Skill Event Jeopardy yang keduanya berhasil diraih oleh Wildhani Alfanna.

Gelaran APPS ke-17 itu dihadiri oleh 370 mahasiswa farmasi se-Asia Pasifik. Para peserta disuguhi berbagai acara seperti educational simposium, workshop, field trip, public health awarness campaign, theme social events, dan competition.

“Kompetisinya antara lain cinical event, patient counseling event, industrial case competition, dan pharmaceutical poster competition,” ujarnya.

Perihal kompetisi poster, Tri mengaku tidak menyangka akan mendapat beberapa juara. Hal itu lantaran dari 14 finalis hanya timnya yang tidak memakai penelitian yang memerlukan percobaan laboratorium. Di samping itu, hanya timnya yang mengangkat topik meliputi kesehatan masyarakat dan farmasi komunitas.

“Tim lain semuanya memakai topik yang berbasis riset penemuan obat baru maupun bahan-bahan yang berpotensi dijadikan obat,”tambah Tri.

Tri mengaku sangat senang bisa mengharumkan almamater di kancah internasional. Terlebih, delegasi Unair menjadi delegasi yang memperoleh prestasi terbanyak dalam APPS 2018. Kemudian poster dari Unair dinilai menarik oleh para juri dan memperoleh banyak apresiasi hingga soft copy dari poster diminta oleh delegasi lain.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini