nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengukuhan Guru Besar Termuda Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Rafida Ulfa, Jurnalis · Sabtu 08 September 2018 14:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 08 65 1947862 pengukuhan-guru-besar-termuda-fakultas-kedokteran-universitas-indonesia-3hCRr6r3gA.jpeg Pengukuhan Gelar Guru Besar UI (Foto: Rafida/Okezone)

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan upacara pengukuhan dua guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Sabtu (8/9/2018).

Acara pengukuhan itu diberikan kepada Ari Farial Syam sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI dan Budi Wiweko sebagai Guru Besar dalam Bidang Obstetri.

Judul pidato pengukuhan yang disampaikan oleh Ari Farial Syam adalah mengenai “Masa Depan Penelitian Kedokteran Di Era Disrupsi dan Kedokteran Presisi: Penelitian Bakteri Helicobacter Pylori Di Indonesia Sebagai Model”. Judul tersebut diambil karena menurutnya, saat ini manusia berubah, dunia yang pada berbagai kesempatan disebut berada di era disrupsi.

UI

“Hidup dan kehidupan manusia modern sangat tergantung pada alat yang disebut gadget, perangkat genggam kita.” Ujarnya ketika menyampaikan pidato pengukuhannya di Aula IMERI FKUI.

Sementara itu, Budi Wiweko yang menjadi Profesor termuda di bidang Kedokteran menyampaikan pidatonya yang berjudul “Inovasi Kedokteran Reproduksi di Era Disrupsi, Sebuah Pembelajaran dari Laboratorium, Klinik dan Masyarakat bagi Pembangunan Manusia Indonesia.”

ui

Dalam pidatonya tersebut dia mengatakan bahwa kedokteran reproduksi merupakan pendekatan menyeluruh sepanjang hayat. “Hal itu bertujuan untuk menjaga kesehatan organ serta fungsi reproduksi sejak satu pasangan merencanakan dan menyiapkan kehamilan, memasuki masa kehamilan, fase persalinan, kemudian melahirkan generasi penerus meilai dari masa neonatal, masa anak-anak, remaja, dewasa, sampai monopause.” Tuturnya.

Acara yang berlangsung selama dua jam tersebut dipadati dengan para tamu dan guru-guru besar dari berbagai universitas di Indonesia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini