nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diperiksa Penyidik Polda Riau, UAS Ditanya Seputar Kasus Penghinaannya di Medsos

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Minggu 09 September 2018 13:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 09 340 1948157 diperiksa-penyidik-polda-riau-uas-ditanya-seputar-kasus-penghinaannya-di-medsos-ZwL0ZwSnI1.jpg Ustaz Abdul Somad (foto: Ist)

PEKANBARU-Penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Riau mendatangi rumah Ustaz Abdul Somad (UAS) di Pekanbaru terkait kasus penghinaan di Facebook. Ada 10 pertanyaan yang diajukan penyidik, apa saja?

"Pertama yang ditanyakan penyidik adalah seputar identitas Ustaz Abdul Somad dan tentang riwayat hidupnyalah," ucap pengacara UAS, Aziun Asyari kepada Okezone Minggu (9/9/2018).

Ustaz Abdul Somad. (Foto: ist)Ustaz Abdul Somad. (Foto: ist)

Kemudian penyidik juga menanyakan terkait kasus yang dilakukan oleh terlapor, Jony Boyok kepada UAS dan bagaimana tanggapannya.

"UAS ditanya apakah mengetahui akun yang menghinanya dan apa tanggapannya. Intinya pertanyaannya adalah seputar kasus yang di Facebook itu dan apa tanggapannya," imbuh Aziun.

Tim Direktorat Khusus Polda Riau kemarin mendatangi rumah Abdul Somad di kawasan Panam Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru kemarin. Kedatangan penyidik untuk menanyakan kasus yang dilaporkan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) terhadap Jony Boyok.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Gideon Arif Setiawan menegaskan kedatangan penyidik untuk memintai keterangan UAS. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dugaan pencemaran nama baik UAS di Medsos.

Ketua Tim Kuasa Hukum LAMR (Lembaga Adat Melayu Riau) yang juga mewakili UAS, Zulkarnaen Noerdin mengatakan pihaknya sudah melaporkan Jony Boyok pada 5 September 2018.

Ketua kuasa hukum Zulkarnaen menegaskan, UAS secara pribadi sudah memaafkan Jony Boyok. Namun, belakangan banyak ancaman yang diarahkan ke ustaz bernama lengkap Abdul Somad Batubara itu. Akhirnya kasus inipun dibawa ke ranah hukum untuk memberikan efek jera.

Selain sanksi pidana, Joni Boyok juga dikenakan sanski adat. Jony terancam diusir dari Pekanbaru oleh Lembaga Adat Melayu Riau. Sanksi paling berat adalah diusir dari Pekanbaru.

Jony dilaporkan terkait penginaan yang dilakukannya pada 2 September 2018. Melalui akun facebooknya dia menghujat UAS. Pada 5 September 2018 dia dicari warga dan PFI dan berhasil diamankan di rumahnya. Diapun diserahkan ke Polda Riau.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini