nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hadiri Dies Natalis ke-62 Unhas, Mentan Beberkan Capaian Kinerjanya

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 09 September 2018 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 09 65 1948169 hadiri-dies-natalis-ke-62-unhas-mentan-beberkan-capaian-kinerjanya-5doKm5AVWm.jpg Dies Natalis ke-62 Unhas (Foto: Kementan)

MAKASAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri acara Dies Natalis ke-62 Universitas Hasanuddin (Unhas). Acara yang dibalut dengan acara Family Gathering dan Jalan Santai tersebutm turut dihadiri Rektor Unhas dan Gubernur serta Wagub Sulawesi Selatan yang baru dilantik Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu menilai Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merupakan alumni Unhas yang sukses dan patut dibanggakan.

“Terima kasih banyak atas kehadiran Pak Mentan. Kami bangga sudah banyak alumni Unhas yang berhasil,” katanya, seperti dikutip dalam keterangan tertulis Kementan, Minggu (9/9/2018).

Senada dengan ucapan rektor Unhas, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah juga mengatakan Menteri Amran merupakan bintang dari timur di kancah nasional.

“Berkah dari Unhas ada pak JK, bintang timur Pak Mentan, Dirjen-Dirjen dan lain-lain. Kalau Nurdin berhasil, nama baik Unhas yang baik tapi juga sebaliknya. Untuk itu silaturahim dan kerjasama untuk saling dijaga,” ucap Nurdin Abdullah

Kementan Amran merupakan sosok fighter dalam mewujudkan swasembada pangan dan mengutamakan kepentingan petani. Sehingga, menjadi tugas bersama untuk mendukung keberhasilan program Kementan saat ini.

“Tidak ada Menteri yang fighter seperti pak Amran, kita bangga dengan beliau. Tugas kita mari dukung program-program beliau,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Amran menuturukan, sebagai Menteri Pertanian kini berjalan empat tahun dan tentunya mewakili Unhas. Selama kurun waktu ini, banyak capaian yang diraihnya baik di kancah nasional maupun internasional.

“Pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93 persen (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya seperti jasa perusahaan dan sektor lainya,” tuturnya.

Kedua, lanjut Amran, dari data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 % dibandingkan 2016 yang hanya Rp 355 triliun. Tak hanya itu, program Kementan pun berhasil menurunkan angka kemiskinan. Pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30% (630 ribu orang) menjadi 9,82% (25,95 juta orang), yang awalnya sebesar 10,12% (26,58 juta orang) pada September 2017.

“The Economist Intelligence Unit (EIU) merilis riset tentang ketahanan pangan setiap negara di dunia dalam Global Food Sustainability Index. Dalam riset tersebut, Indonesia tercatat menduduki posisi 21 dari 133 negara yang diteliti. Peringkat ini sekaligus membawa Indonesia naik 50 peringkat dari posisi tahun lalu, yakni 71. Dibanding negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia merupakan yang tertinggi,” sebutnya.

(Feb)

Kemudian Kementan di tangan Amran sangatlah berubah menjadi lebih baik dalam Indikator Sustainable Agriculture.

“Dalam indikator Sustainable Agriculture, Indonesia mendapat skor 53,87 dan berada pada peringkat 16,” jelasnya

Ketiga, melakukan revolusi sehingga Rektor IPB pun menyampaikan Menteri Pertanian pemerintahaan sekarang radikal. Misalnya, telah menggulung mafia pangan yang kini mencapai 700 pelaku usaha masuk penjara.

Mensos dan Mentan Pukul Gendang Buka Coaching Fasilitator SDM PKH

“Karena itu, Unhas tidak sekedar kampus, tapi rumah saya. Dulu tidur di pondokan di belakang kampus. Makan indomie, KKN diberi Rp 150 ribu dan sewa pondokan Rp 100 ribu. Karena kondisi inilah, yang beri saya semangat kerja selama menjadi menteri,” ujar Amran.

Amran menekankan mimpinya ke depan mampu mengembalikan kejayaan rempah dan buah-buahn Indonesia. Karenanya, ia meminta pihak Unhas agar jika ada lahan kosong, dapat dimanfaatkan dengan menanam buah-buahan dan rempah.

“Bu Rektor jika masih ada lahan, kami siapkan tanaman pohon mangga, durian. Tolong selesaikan sampai akhir Desember. Pak Gub dulu tanam pohon jadi Gubernur. Begitu pun saya tanam dan tinggal di pondokan, jadi menteri,” ujarnya.

Amran akan memberikan bibit tanaman yang unggul untuk ditanam di lahan kosong untuk menjadi Agrowisata untuk mahasiswa Unhas nantinya.

16,8 Juta Hektare, Target Kementan untuk Luas Tambah Tanam di 2018

“Kami beri bibit unggul, kami harap lahan yg kosong bisa ditanami menjadi Agrowisata. Di sana nanti menjadi tempat belajar para mahasiswa, mangga unggul, duren unggul dan sebagainya,” sambung Amran.

Selanjutnya Amran meninjau Teaching Farm sembari memberi arahan kepada para dosen untuk mengembangkan agrofarm. Amran juga menyempatkan meninjau outfarm peternakan dan memberikan arahan supaya mengembangkan telur omega dan sapi belgian blue.

Pada kegiatan ini Menteri Amran sebagai alumni anak pondokan Unhas memberikan doorprize 3 unit sepada motor dan berupa uang tunai kepada mahasiswa Unhas.

(Feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini