nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jual Sabu Tertangkap, Siswa SD Ini Rindu Bangku Sekolah

Herman Amiruddin, Jurnalis · Selasa 11 September 2018 15:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 11 340 1949000 jual-sabu-tertangkap-siswa-sd-ini-rindu-bangku-sekolah-IgOKlIKGbf.jpg Ilustrasi Sabu (Foto: Okezone)

MAKASSAR - RE (12) kini harus berhadapan dengan hukum polisi akibat tertangkap menjual barang haram jenis sabu. Siswa sekolah dasar ini tak sendiri bersama temannya AL yang diketahui lebih dewasa dan duduk di bangku SMA secara bersama menjual narkoba jenis sabu.

Berdasarkan pengakuannya, RE sendiri mengaku mendapatkan sabu dari pinggir sumur dekat posyandu. Bocah ini mengaku mengetahui barang haram tersebut jenis narkoba, dan memutuskan untuk menjualnya mengingat RE pernah melihat orang dewasa bertransaksi barang haram tersebut.

RE menceritakan bahwa Posyabdu itu tak jauh dari rumahnya di kampung Gotong, Tallo. RE mengaku iseng menjual sabu bersama AL seharga Rp 200 ribu. Kemudian masing-masing hasil penjualannya dibagi dua sebesar Rp100 ribu.

 

"Saya bilang ke dia (AL) kita jual saja, nanti kita bagi hasilnya. Sabu saya dapat di dekat sumur besar pak. Saya bersama AL dapat sabu itu," kata RE kepada Okezone saat ditemui kemarin Senin (11/9/2018)

Sebenarnya, kata RE sabu itu dia sudah tahu bahwa barang haram itu dilarang untuk dijual. Akan tetapi dirinya sering melihat orang dewasa di sekitar tempat tinggalnya bertransaksi jual beli sabu.

Menurutnya sabu yang ia temukan itu, adalah milik orang lain yang sengaja dibuang saat dikejar polisi.

"Mungkin milik orang lain pak. Saya biasa lihat ada orang masuk ke sini jual sabu. Biasa memang orang buang kalau dikejar sama polisi," tutur RE saat ditemui kala itu.

Selama dicari sama aparat kepolisian RE mengaku berdiam diri di rumah neneknya tanpa pernah keluar rumah.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua bocah tersebut kini telah dititip ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk mendapat bimbingan.

Kapolsek Tallo Makassar Kompol Amrin AT mengatakan meski keduanya telah diserahkan ke P2TP2A pengusutan kasusnya sabu tetap berjalan. Sembari menjalani pembinaan.

 

"Kami terus berupaya mengungkap siapa pemilik barang yang dijual RE ini. Memang butuh penanganan khusus agar anak tidak mengalami trauma," kata Amrin.

Bocah SD Kelas 5 itu pun kini pasrah karena harus tinggal sementara di P2TP2A untuk medapat pembinaan dan pemberdayaan.

"Saya menyesal pak. Saya rindu mau kembali sekolah," ucapnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini