nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pergantian Tahun Hijriah, 7 Ulama Solo Deklarasi Ukhuwah Islamiyah

Bramantyo, Okezone · Selasa 11 September 2018 00:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 11 512 1948827 pergantian-tahun-hijriah-7-ulama-solo-deklarasi-ukhuwah-islamiyah-XGZ9USccso.jpg Pergantian tahun hijriah di Kota Solo. (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO – Momen pergantian Tahun Baru 1440 Hijriah dimanfaatkan sejumlah tokoh alim ulama di Solo bersatu menyerukan persatuan dan menegakkan ukhuwah Islamiyah. Berdasarkan pantauan Okezone, pemandangan langka terlihat saat sejumlah elemen ormas keagamaan yang selama ini berbeda pendapat duduk bersama dalam suatu forum silaturahim.

Sejumlah tokoh dari tujuh ormas keagamaan di antaranya Buya Soni (Majelis Al Hidayah), Ustadz Ahmad Sukina (MTA), KH Wahyudin (Ponpes Almukmin Ngruki), KH Subari (ketua Muhammadiyah), KH Muhammad Halim (Ponpes Ta'mirul Islam), KH Sofwan Fauzi (Syuriah PCNU Solo), dan Jabib Sholeh al Jufri (Habaib). Ada juga satuan tugas dari masing-masing ormas yang terlihat kompak bersama.

Ketua Panitia Silaturahmi Akbar Ulama dan Tokoh Islam Surakarta, Burhannudin Hilal, mengatakan kegiatan ini tidak hanya dihadiri para tokoh dan ulama di tingkat pimpinan semata. Silaturahmi tersebut juga dihadiri umat masing-masing kelompok.

Menurut Burhan, mereka sengaja menyatukan sejumlah elemen dalam satu silahturahmi akbar untuk mempererat umat.

"Atas kesadaran itulah, silahturahmi akbar ini digelar. Menyatukan umat tidak hanya dalam tataran pimpinan tokoh atau ulamanya saja, tapi juga di tingkat bawah," papar Burhan, Senin 10 September 2018 malam.

Ia mengungkapkan tidak mudah menyatukan tujuh elemen ormas keagamaan besar yang ada di Kota Solo. Butuh waktu dua tahun untuk menyatukannya.

Hasilnya, silahturahmi ini dihadiri sekira 25 ribu jamaah yang memenuhi Masjid Agung hingga meluber ke Alun-alun Utara.

"Butuh waktu dua tahun untuk menyatukan. Awalnya banyak pihak yang menyangsikan bisa menyatukan kelompok-kelompok ini. Ternyata kami bisa membuktikan, semua tokoh bisa hadir dan menyampaikan wejangan kepada umat Islam Solo Raya," papar Burhan.

Hal yang terpenting, ungkap dia, dalam silaturahmi ini tak ada satu pun kepentingan parpol atau dukungan terhadap salah satu capres-cawapres yang bergema.

"Panitia sudah menyeleksi beberapa tokoh yang akan dihadirkan. Dengan pertimbangan tidak terkait dengan politik praktis, karena untuk forum ulama atau tokoh Islam yang terkait dengan politik praktis ada tersendiri," ujar Burhan.

Senada, Pimpinan Ponpes Al Mukmin Ngruki Ustadz Wahyuddin menyambut positif silaturahmi ini. "Dengan momentum awal tahun hijriah 1440 ini kita eratkan persatuan untuk menjalin ukhuwah Islamiyah. Mari selalu positive thinking agar terjalin kedamaian," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan keenam tokoh ulama lainnya yang juga mengajak umat untuk saling menghormati perbedaan, saling menjalin komunikasi dan kerukunan, juga berkomitmen memperjuangkan kemuliaan Islam bersama-sama.

Hal tersebut dituangkan dalam ikrar resolusi majelis silaturahmi ulama dan tokoh umat Islam Solo di akhir acara. Seluruh tokoh juga sepakat kegiatan silaturahmi ini akan terus berlanjut.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini