nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditabrak Tug Boat, Tiga Nelayan Asal Sumenep Hilang

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 11 September 2018 19:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 11 519 1949106 ditabrak-tug-boat-tiga-nelayan-asal-sumenep-hilang-sj4ywnTIsb.jpg ilustrasi.

SURABAYA – Sebanyak tiga nelayan asal Desa Bancamara, Pulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, dinyatakan hilang. Nelayan itu setelah perahu yang ditumpanginya ditabrak kapal tug boat di perairan Pulau Sapudi.

Ketiga nelayan yang hilang itu masing-masing bernama Dahyu, Encing, dan Musa. Hingga kini petugas sedang melakukan pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, telah terjadi kecelakaan di laut antara kapal nelayan dengan kapal tug boat kosong batu bara. Kronologi kejadian bermula ketika empat nelayan masing-masing Mis, Dahyu, Encing, dan Musa berangkat memancing pada 3 September 2018, sekira pukul 08.00 WIB.

"Lalu pada pukul 15.00 WIB saudara Mis dan 3 orang temannya sampai di Pulau Payangan lebih 15 mil dari Pulau Sapudi, dengan tujuan mencari ikan di sebelah utara perairan pulau payangan (pulau Sapudi)," terang Barung, Selasa (11/9/2018).

Ketika mereka sedang memancing sekitar pukul 00.00 WIB, tiba-tiba perahu mereka ditabrak oleh kapal takbut (muatan kosong) dengan tujuan ke Kalimantan. Pada saat itu juga Mis bersama 3 orang temannya terpental dari perahu. Keempat orang itu masih sempat memegang tali tampar kapal tug boat.

Namun selang waktu beberapa menit kemudian tiga nelayan yakni Dahyu, Encing, dan Musa terpental dan langsung hilang dari tali tampar yang dipegang oleh ketiga orang tersebut. Hanya tinggal Mis saja yang masih bertahan memegang tali tampar kapal tug boat sampai ke Kalimantan.

Ilustrasi

"Sesampainya di Kalimantan Mis langsung dinaikan ke atas kapal takbut, dan oleh nakhoda tug boat Mis diberi uang sebesar Rp 1 juta. Kemudian Mis langsung diantar ke bandara di Balikpapan untuk menuju Surabaya. Pada Minggu 9 September 2018 sekitar pukul 03.00 wib tiba di surabaya," papar Barung.

Setelah itu Mis ikut travel untuk diantar ke Sumenep, dan sesampainya di kabupaten paling ujung timur pulau Madura itu Mis meminta ke travel untuk diantar ke Kecamatan Lenteng yakni ke rumah saudaranya yang bernama Rimuna.

Lalu pada Senin 10 September 2018 sekira jam 09.00 WIB Mis diantar kepala desa Lak Laok Kecamatan Lenteng, bersama Rimuna ke pelabuhan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, menuju rumah Mis yang terletak di Desa Bancamara.

"Selanjutnya Mis melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa dan baru pukul 22.30 WIB dilaporkan kepada Kapolsek Dungkek. Lalu polisi memintai keterangan Mis lebih mendalam, dan membentuk Tim untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kapal takbut yang menabrak perahu itu," tandas Barung.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini