nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iklan Bendungan Jokowi di Bioskop, Kominfo: Itu Bukan Kampanye

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 13:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 12 337 1949388 iklan-bendungan-jokowi-di-bioskop-kominfo-itu-bukan-kampanye-xpqM4E1OqI.jpg Ilustrasi Kominfo (foto: Okezone)

JAKARTA - Belakangan ini iklan di bioskop dihiasi oleh video yang menampilkan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembangunan bendungan. Iklan tersebut dipasang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sayangnya beredar berbagai anggapan jika iklan tersebut sarat makna kampanye, pasalnya Jokowi merupakan bakal calon Presiden dalam pemilu 2019. Menanggapi hal tersebut Kominfo melalui Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu membantah tuduhan tersebut.

Iklan Bendungan di Era Pemerintahan Jokowi (foto: Youtube/Presiden Joko Widodo)	Iklan Bendungan di Era Pemerintahan Jokowi (foto: Youtube/Presiden Joko Widodo) 

"Dapat saya sampaikan bahwa iklan tersebut bukan Kampanye Pak Jokowi. Iklan tersebut memang disiapkan oleh Kementerian Kominfo yg salah satu tugasnya sebagai Government Public Relation atau menjadi Humas Pemerintah," kata dia saat dihubungi oleh Okezone, Rabu (12/9/2018).

Dia kembali menekankan jika iklan tersebut sebagai wadah Kominfo untuk memberikan informasi terkait kinerja, program, dan apa yang dilakukan pemerintah.

"Sebagai Humas Pemerintah, Kemkominfo punya kewajiban untuk menyampaikan apa-apa saja yg telah, sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Iklan yang ditayangkan di Bioskop tersebut adalah salah satu cara Kemkominfo menyampaikan apa yg dikerjakan pemerintah kepada para penonton bioskop," tegasnya.

 

Tidak hanya sampai disitu, saat menanggapi permintaan pencopotan iklan yang beredar di lini masa Twitter. Ferdinandus mengatakan jika iklan tersebut telah memnuhi aturan perundang-undangan.

"Mengapa harus docopot? Apakah iklan tersebut melanggar aturan? Apalah iklan tersebut menjelek-jelekan orang atau tokoh tertentu? Kan tidak," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini