SBY: Izinkan Saya untuk Lebih Sering Berbicara

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 16:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 12 605 1949467 sby-izinkan-saya-untuk-lebih-sering-berbicara-uFEyYgP2OT.jpg Susilo Bambang Yudhoyono (Foto Twitter @SBYudhoyono)

JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin lebih sering berbicara dalam kampanye Pemilu 2019. Dia merasa perlu bicara memberikan pandangan, saran maupun kritikan kepada pemerintah.

“Dalam kampanye Pemilu 2019 ini, izinkan saya untuk lebih sering berbicara, agar rakyat tahu apa yang akan Demokrat lakukan jika kelak dapat amanah,” katanya melalui akun Twitter @SBYudhoyono dikutip Okezone, Rabu (12/9/2018).

Hal itu disampaikan SBY sekaligus untuk berterima kasih atas ucapan, pesan dan harapan diberikan atas ulang tahunnya pada 9 September 2018. Dia mendapat ratusan ribu pesan yang intinya berisi tiga. “Ucapan selamat; terima kasih 10 tahun kepemimpinan saya dan SBY jangan diam saja,” tulisnya.

SBY mengatakan yang dia lakukan dalam 10 tahun memimpin Indonesia adalah tugas dan kewajibannya sebagai presiden.

“Tak mungkin saya bisa meraih hasil dan capaian, serta bikin Indonesia lebih maju, jika landasannya tak dibangun oleh para pendahulu saya. Yang saya lakukan dulu sebenarnya adalah bagian kecil dari yang dilakukan semua Presiden sebelum saya, beserta pemerintahan yang dipimpinnya,” kata dia.

SBY lalu menanggapi pesan berbunyi ‘SBY jangan diam saja’ yang dikirim kepadanya dalam momentum ulang tahun. “Sebenarnya saya juga ikut berpikir dan berkontribusi agar Indonesia kita makin maju, adil dan sejahtera,” ujarnya.

Sebagai pimpinan Demokrat, SBY merasa sekali-kali mesti bicara. Dia mengaku konsisten mendukung kebijakan dan tindakan pemerintah yang tepat dan pro-rakyat. Namun, jika sebaliknya dirinya akan menyampaikan kritik dan saran.

“Setiap saya sampaikan pernyataan ada yang setuju dan dukung, namun ada yang menentang dan marah. Tapi itu risiko saya. Demokrasi kan begitu. Memang keluarga dan para sahabat saya sering tidak tega kalau saya di-bully habis gara-gara pandangan dan saran saya kepada pemerintah,”tukas SBY.

Sebagai mantan Presiden, SBY merasa tidak etis jika tiap hari berbicara, apalagi kalau bikin gaduh. “Itu bukan karakter saya. Seringkali diam itu emas. Nah, sebagai pemimpin partai politik, dalam keadaan tertentu saya mesti berbicara secara terukur dan konstruktif. Ingat, speak is silver.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini