nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkat Boneka Kayu Bahasa Ceko Diselamatkan

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 11:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 12 65 1949288 berkat-boneka-kayu-bahasa-ceko-diselamatkan-yHy9aM2yOE.jpg Boneka Kayu Ceko (Foto: BBC Indonesia)

JAKARTA - Saya masuk sebuah toko boneka di Praha, dan mengintip bagian belakang sebuah ruangan, tempat para pematung sibuk bekerja menciptakan kehidupan dari potongan kayu.

Begitu bola mata dilukis, terciptalah suatu sosok. Tak lama kemudian sang pemilik toko memainkan tali-tali boneka tersebut dan wujudnya menyerupai sosok yang hidup

Saya berdiri di dekat pintu, melihat dan bertanya-tanya apakah para pemahat itu mengetahui sejarah di balik boneka kayu yang mereka pegang itu.

Berkat boneka sederhana itulah bangsa Ceko, sekaligus bahasanya, secara tidak sengaja dapat diselamatkan.

Di abad ke-17, ketika Kerajaan Bohemia berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Habsburg, bahasa Ceko nyaris hilang. Ketika orang-orang Bohemia yang beragama Protestan kalah perang melawan kekuatan Katolik di Bilá Hora (Gunung Putih), yang saat ini terletak di Republik Ceko, kekuasaan bangsa Austria pun dimulai.

(Foto: BBC Indonesia)

Dampaknya, peningkatan perpecahan berdasarkan politik dan agama yang sebelumnya sudah berlangsung di wilayah tersebut.

Kekalahan itu menyapu dan memecah belah Eropa, dan memicu Perang Tiga Puluh Tahun, di mana wilayah Protestan Ceko dikuasai oleh kaum Katolik. Tetapi ada hal penting yang lebih dipertaruhkan ketimbang kekuasaan yakni identitas dan bahasa rakyat.

Ketika pemerintahan Protestan meninggalkan Praha pada awal 1600-an, kota itu mengalami kemunduran selama hampir dua abad. Sang penguasa baru, Ferdinand II, tidak menolerir orang-orang non Katolik, menganggap orang-orang Protestan sebagai ancaman bagi keyakinannya.

Penduduk asli Ceko, yang kebanyakan petani dan kelas pekerja, dipaksa berbahasa Jerman oleh para penjajah mereka. Segera saja, para cerdik cendekia yang tadinya menolak penggunaan bahasa Jerman, mengikutinya.

Bahkan para aktor Ceko mulai tampil di Jerman sebagai perintah resmi. Bahasa Ceko menjadi dialek belaka, dan akan segera terlupakan jika bukan karena beberapa potong kayu. Kegiatan membuat boneka telah lama menjadi bentuk protes masyarakat Ceko.

(Foto: BBC Indonesia)

Pemahat kayu abad ke-17, yang lebih berpengalaman dalam memahat kursi-kursi Baroque untuk gereja ketimbang miniatur manusia, mulai membuat boneka-boneka untuk aktor-aktor Bohemia, tidak lama setelah Ferdinand II berkuasa, karena boneka-boneka adalah satu-satunya entitas yang tersisa, yang memiliki hak istimewa berbicara dengan bahasa Ceko di muka umum.

Ketika seantero Ceko mengikuti bahasa Jerman yang dipaksakan, para aktor dan dalang boneka yang melakukan pertunjukan keliling berbicara melalui boneka-boneka tersebut dengan bahasa Slavic, bahasa asli mereka.

Mungkin tampak janggal bahwa beberapa ratus boneka dan aktornya dapat melindungi sebuah bahasa. Tetapi warisan terakhir rakyat Ceko yang menghubungkan masa lalu mereka terikat pada tali-tali boneka.

(Feb)

Kita mudah paham mengapa boneka-boneka ini mendapat tempat di hati orang-orang Ceko, dan kenapa keajaiban boneka ini terus merasuk di kota Praha. Berjalan-jalan di sekitar Praha, dan segera saja Anda akan menemukan sebuah toko boneka, atau setidaknya, sebuah pasar barang-barang sovenir dengan boneka-boneka yang bergantungan dari atap sampai bingkai jendela.

Kebanyakan boneka masih dibuat dari kayu dan digantung pada tali seperti pendahulu mereka. Mereka bersandar di jendela-jendela toko, melihat keluar seolah-olah memohon agar dibawa pulang oleh mereka yang melihat, dan membawakan kehidupan bagi mereka.

Masih dipahat dalam bentuk tradisional sosok raja, ratu, tukang-tukang sihir, petani dan hewan, tampaknya tidak banyak yang berubah, kecuali fakta bahwa sekarang boneka itu lebih banyak dikonsumsi anak-anak dan hiasan, serta bukan lagi sebagai bentuk protes.

Di jalan-jalan, para dalang boneka membuat keajaiban. Saya melihat pertunjukan boneka di suatu alun-alun berbatu yang indah, di mana para dalang mengenakan topi beludru berhias bulu tunggal yang bergoyang mengikuti gerakan boneka.

Dia menggunakan boneka-bonekanya untuk merebut perhatian para penonton. Musik abad pertengahan yang melodis mengiringi tarian seorang petani laki-laki dan seorang putri, sebuah kisah cinta Ceko dengan alur cerita yang berpihak pada yang tertindas, petani yang memenangkan hati, cinta kerajaan yang tidak terjangkau.

Tidak jauh dari kawasan Yahudi, di pusat Staré Mĕsto, saya datang ke National Marionette Theatre, sebuah tempat yang menarik warga setempat dan orang asing untuk bersama-sama menyaksikan pertunjukkan boneka.

Ketika saya mendengar pertunjukan boneka Don Giovanni dari sebuah jendela yang terbuka, dan mendengar kata-kata dalam bahasa Ceko yang berintonasi kuat, saya membayangkan mungkin pertunjukan ini bakal menggunakan bahasa Jerman, jika saja para artis dan seniman tidak mengembalikan bahasa Ceko kepada penduduknya.

Saya bertanya-tanya apakah mereka yang lewat dan berbicara dalam bahasa Ceko, menyadari bahwa bahasa yang mereka gunakan itu hampir mati beberapa abad yang lalu, tetapi dilindungi oleh para aktor dan boneka mereka di kota itu.

(Feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini