nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar Negara yang Biaya Pendidikannya Mahal

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 20:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 12 65 1949628 daftar-negara-yang-biaya-pendidikannya-mahal-CbLNdzq9NN.jpg Ilustrasi: Shutterstock

Mau pendidikan murah? Jangan ke Hong Kong

Tergantung di mana anak-anaknya sekolah, keluarga di Hong Kong bisa membayar Rp1,5 miliar (USD100.000) lebih banyak untuk total biaya sekolah. Setelah menggabungkan biaya kelas, buku, transportasi dan akomodasi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, Hong Kong menjadi tempat sekolah paling mahal di dunia - dan selisihnya sangat banyak.

Orangtua di Hong Kong membayar sendiri sekolah anak-anak mereka sampai rata-rata Rp1,9 miliar (USD131,161), di luar beasiswa, pinjaman, atau dukungan negara. Uni Emirat Arab berada di posisi kedua dengan sekitar Rp1,4 miliar (USD99.000), diikuti oleh Singapura dengan Rp1 miliar (USD71.000) di Singapura, dan AS dengan Rp861 juta (USD58.000).

Meskipun biaya universitas AS membumbung tinggi, orang tua hanya membayar 23% dari biaya tahunan rata-rata. Bandingkan angka-angka ini dengan Prancis, di mana orang tua hanya berkontribusi sekitar Rp237 juta (USD16.000) untuk keseluruhan pendidikan anak-anak mereka. (Sumber: HSBC/Sallie Mae)

mahasiswa

Bukan cuma orangtua yang harus berkorban untuk sekolah anak: Pepohonan juga

Bahkan di era realitas virtual, pencetakan 3D dan drone, pensil terus digunakan di institusi di seluruh dunia. Hari ini, lebih dari 400 tahun setelah penemuan pensil, sekitar 15 hingga 20 milyar pensil diproduksi setiap tahun.

Pohon cedar yang ditemukan di Baratlaut Pasifik adalah sumber utama kayu pensil yang paling umum di AS, sementara sebagian besar grafit ditambang di Cina dan Sri Lanka. Sekitar 60.000 hingga 80.000 pohon dipotong setiap tahun untuk memberi pasokan pensil dunia. (Sumber: The Economist)

Mahasiswa

Siswa di Australia habiskan seperempat masa hidup di dalam kelas

Sekolah akan berakhir pada suatu titik. Tetapi di negara-negara seperti Selandia Baru dan Islandia, sekolah tidak berakhir selama hampir dua dekade. 'Harapan hidup sekolah' siswa dihitung berdasarkan tingkat pendaftaran rata-rata untuk berbagai usia dari sekolah dasar hingga universitas.

Australia saat ini memegang rekor terpanjang dengan 22,9 tahun dari sekolah dasar sampai universitas, atau dari umur enam tahun sampai sekitar 28 tahun.

Pada bagian bawah daftar adalah Niger, di mana siswa umumnya mulai sekolah dasar pada usia tujuh tahun. Di sini, waktu rata-rata yang dihabiskan siswa di sekolah adalah sekitar 5,3 tahun—jadi, ada perbedaan 17 tahun. (Sumber: Global Innovation Index)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini