nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengamuk Tak Jelas di Pondok Pesantren, Afdolin Tewas Ditembak Polisi

Syaiful Islam, Jurnalis · Kamis 13 September 2018 22:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 13 519 1950164 mengamuk-tak-jelas-di-pondok-pesantren-afdolin-tewas-ditembak-polisi-vWuFmS26rA.jpg

SURABAYA - Afdolin (32) warda Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jatim tewas setelah ditembak anggota polres Tuban. Polisi terpaksa menembak Afdolin lantaran dalam terancam, dan pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan petugas.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika pengasuh pondok Pesantren An-Nidhomiyyah yakni Achmad Musyafa' mendapatkan kabar dari warga bahwa Afdolin datang lagi ke Pondok Pesantren.

Karena Afdolin sebelumnya tinggal di lokasi Pondok Pesantren An-Nidhomiyyah meminta pekerjaan dan diberikan pekerjaan membersihkan pondok selama kurang lebih 2 bulan. Namun, pada Senin 10 September 2018 terlapor dipulangkan kembali ke Lamongan.

"Karena membuat keributan dengan memukul santri, yang menyebabkan para santri merasa resah dan terancam keselamatannya sehingga pengasuh Pondok memulangkan Afdolin pada keluarganya," terang Barung Kamis (13/9/2018).

Namun pada Rabu 12 September 2018 sekitar pukul 22.00 WIB, Afdolin datang ke Pondok Pesantren dengan mangamuk dan membawa sajam jenis parang. Saat akan masuk ke lokasi Pondok, sejumlah santri menghadang Afdolin di pintu gerbang.

Kemudian, Afdolin lari menuju samping pondok, dan memanjat pagar belakang pondok lalu berhasil masuk ke dalam lokasi pondok bagian belakang. Selanjutnya para santri pergi keluar mengamankan diri, sehingga di lokasi pondok tinggal pengasuh pondok dan dua orang tamu.

"Afdolin langsung menyerang tamu pengasuh pondok yang bernama Nurhaji dengan sajam dan mengenai lutut kanan, karena mengetahui hal tersebut pengasuh pondok langsung mengambil tongkat Khutbah mencoba menyelamatkan salah satu tamu yang telah terbacok dengan cara memukul terlapor mengenai punggungnya," papar Barung.

Tak lama berselang, sekitar 10 anggota polisi datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari santri. Petugas piket Reskrim mendekati lokasi lantai atas, sesampainya di dekat lokasi tangga lantai atas, Afdolin langsung berteriak dan mengamuk.

Setelah itu Afdolin mengejar polisi dengan membawa senjata tajam. Polisi memberikan tembakan peringatan agar menghentikan perbuatannya, tetapi tidak mengindahkan. Namun terus menyerang petugas, akhirnya petugas mengambil tidakan tegas terukur untuk menembak ke arah Afdolin.

"Itu dilakukan petugas untuk menyelamatkan diri yang saat itu dalam keadaan terancam. Itu terjadi pada Kamis dini hari tadi," tandas Barung.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini