nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemprov DKI Bakal Hapus Tunggakan Pembayaran Air, Listrik dan Denda Sewa Rusun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 18:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 338 1950631 pemprov-dki-bakal-hapus-tunggakan-pembayaran-air-listrik-dan-denda-sewa-rusun-6AVauKYSuh.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan, pihaknya berencana menghapus tunggakan pembayaran air, listrik dan denda tunggakan sewa rusun bagi penghuni yang tidak mampu.

Meli menuturkan, unit pengelola rumah susun (UPRS) sedang turun ke lapangan untuk memastikan dan mendata kalau para penunggak itu merupakan warga yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga tak bisa membayar kewajiban mereka.

"Penghapusan yang cepat itu kemungkinan penghapusan tunggakan listrik dan air, karena sudah dibayarkan dengan APBD masing-masing UPRS," kata Meli di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Meli menjelaskan, dalam menghapus denda tunggakan sewa rusun, maka harus diterbitkan sebuah peraturan gubernur (Pergub) terlebih dahulu. Kini, pihaknya sedang menyusun pergub itu, sehingga nanti bisa dijadikan acuan untuk menghilangkan tunggakan tersebut.

"Tunggakan denda harus diterbitkan pergub untuk penghapusan denda retribusi," ujarnya.

 RUSUN

Meli mengakui adanya permintaan untuk menghapus tunggakan sewa rusun. Namun, pihaknya tak bisa serta merta melakukannya lantaran harus melalui Kementerian Keuangan. Hal itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penghapusan Piutang Negara/Daerah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rusunawa, penghuni rusun wajib membayar retribusi.

Untuk menghapus kewajiban membayar retribusi, diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2005.

Ia berharap dengan dihapusnya tunggakan pembayaran listrik, air dan tunggakan denda sewa rusun, para penghuni dapat memanfaatkannya untuk mencicil pembayaran retribusi yang belum terbayar.

"Untuk sementara tunggakan listrik, air, dan denda itu yang akan kami ajukan untuk diputihkan. Jadi, makin kecil tunggakan dia, hanya tunggakan retribusi. Itu kami berikan kesempatan untuk mencicil," pungkasnya.

Total keseluruhan tunggakan sewa rusun hingga bulan Juli akhir sebesar Rp 27.848.853.100. Sementara untuk denda tunggakan sewa rusun berjumlah Rp 7.992.389.579. Adapun besaran tunggakan pembayaran air sebesar Rp 6.937.066.303. Lalu, untuk tunggakan biaya listrik Rp 1.316.175.588.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini