nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran Waduk Dibatalkan, Fraksi PDIP Walk Out dari Rapat Banggar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 19:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 338 1950654 anggaran-waduk-dibatalkan-fraksi-pdip-walk-out-dari-rapat-banggar-781vzIJUJY.jpg Foto Ilustrasi Sindo

JAKARTA - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta yang tergabung di dalam badan anggaran (Banggar) melakukan walk out dalam rapat banggar APBD-P tahun 2018. Hal itu terjadi ketika rencana penambahan anggaran pembangunan sejumlah waduk ditolak oleh pimpinan rapat Ferrial Sofyan.

Adapun pembangunan waduk yang penambahan anggaran yang ditolak adalah Waduk, Cimanggis, Kampung Rambutan dan Jagakarsa. Anggaran itu sebesar Rp21 miliar yang diusulkan Dinas Sumber Daya Air.

Ferrial menjelaskan, alasan pembatalan penambahan anggaran karena dinilai waktunya yang terlalu mempet untuk membangun waduk tersebut.

"Bukan soal batal membatalin, cukup enggak waktuya kalau bikin waduk sekarang sampai bulan Desember," kata Ferrial saat memimpin rapat Banggar di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebin Sirih, Jakarta Pusat Jumat (14/9/2018).

 waduk

Setelah Politikus Partai Demokrat itu mengetuk palu tanda penolakan penambahan anggaran, Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono langsung bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruangan rapat.

Tak lama berselang, disusul oleh anggota Fraksi PDIP Ida Mahmuda dan diikuti oleh Pantas Nainggolan, Cinta Mega, dan Magdalena Usu.

Menurut Ida, dengan dibatalkannya penambahan anggaran itu maka proyek yang sedang berlangsung itu akan dibiarkan mangkrak. Padahal pengerjaan waduk - waduk itu sudah mencapai 90 persen.

"Dan ini kan pasti ada sesuatu, Jangan pekerjaan itu sudah bisa 90 persen, kenapa tinggal 10 persen lagi, kenapa tidak kita setujui. Yang mereka tidak suka ini berhasil. anggarannya kan tidak besar penambahannya," tandasnya.

Anggaran yang juga diprotes adalah anggaran Pembangunan dan Prasarana aliran barat, anggaran Pembangunan dan Prasarana aliran tengah serta Timur juga dimatikan. Nilainya adalah Rp1,9 miliar dan Rp45,4 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini