nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Benarkan 2 Nelayan Diculik Kelompok Bersenjata di Perairan Malaysia

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 16:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 14 340 1950559 polisi-benarkan-2-nelayan-diculik-kelompok-bersenjata-di-perairan-malaysia-Eqp6rDYHBo.jpg Ilustrasi Penculikan (foto: Okezone)

MAKASSAR - Kelompok bersenjata dilaporkan telah menyandera dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Barat di perairan Malaysia. Kedua WNI yang diculik tersebut bekerja disebuah kapal penangkap ikan berbendera Malaysia, Dwi Jaya I.

Kedua WNI itu yakni Kapten Kapal Dwi Jaya Sakti, Samsul (38) warga Dusun Naukkalukku Desa Lalattedzong Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Kemudian, Tekhnisi Mesin Kapal Dwi Jaya Sakti, Hamdan (38) warga Dusun Camba-camba Desa Tallubanua Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Sulbar

Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Mashura mengatakan bahwa informasi itu memang benar. Informasi itu didapat dari istri korban bahwa suaminya telah diculik dan disandera oleh kelompok bersenjata di perairan Malaysia.

Ilustrasi Penculikan (foto: Shutterstock)Ilustrasi Penculikan (foto: Shutterstock) 

"Iya benar. Istri korban yang memberitahukan bahwa setelah mendapat kabar dari rekan suaminya yang lolos dan melihat di stasiun TV Malayasia. Suaminya kata dia disandera," kata Mashura kepada Okezone saat dihubungi Jumat (14/9/2018)

Berdasarkan informasi stasiun TV tersebut, istri Samsul, Fitriani (29) kemudian dihubungi oleh rekan kerja suaminya yang selamat dari kelompok bersenjata tersebut.

"Jadi bahwa setelah teman korban menonton berita di siaran TV Channel Malaysia. Kemudian memberitahukan ke Istri korban bahwa suaminya disandera oleh kelompok bersenjata," lanjut Mashura.

Kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Sendana melakukan pengumpulan bahan keterangan di rumah Syamsul yang menjadi korban penculikaan dan sandera.

"Korban dilaporkan disandara sekitar pukul 14.30 Wita kemarin Selasa (11/92018). Selanjutnya anggota yang menerima informasi mendatangi rumah korban untuk mencari tau informasi itu," terang Mashura.

Mashura menjelaskan bahwa korban Samsul bersama 14 orang anak buah kapal (ABK) sedang melakukan aktivitas menangkap ikan menggunakan kapal Dwi Jaya Sakti.

Mereka mencari ikan di wilayah perairan Pulau Gaya Samporna Sabah Malaysia. Setelah itu 11 orang ABK menuju ke daratan menggunakan perahu kecil untuk menjual hasil tangkapan ikannya. Sedangkan 4 orang tinggal di atas kapal

Kemudian tiba-tiba kapalnya dikepung oleh tiga unit Speadbot tak dikenal menggunakan senjata Api Laras panjang.

"Kelompok itu lalu naik ke kapal dan langsung membawa Samsul dan tekhnisi mesin Hamdan. Di mana kedua korban bekerja di perusahaan makanan laut yang memiliki kapal. Dan sampai saat ini personel sudah mendatangi rumah keluarga dan melakukan pengumpulan data," jelasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini