nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angin Kencang, Helikopter BNPB Gagal Padamkan Kebakaran di Gunung Sindoro Sumbing

Antara, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 512 1950587 angin-kencang-helikopter-bnpb-gagal-padamkan-kebakaran-di-gunung-sindoro-sumbing-2b2gr3RP9r.jpg Foto Ilustrasi Okezone

TEMANGGUNG - Helikopter jenis BO-105 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) batal digunakan untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

"Hari ini sebenarnya akan dilakukan pemadaman menggunakan heli, ternyata berdasarkan hasil survei tidak memungkinkan karena kondisi medan dan angin," kata pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Jumat (14/9/2018).

Ia menuturkan tadi sudah dilakukan survai untuk lokasi pengambilan air di Embung Kledung Temanggung dan Telaga Menjer di Kabupaten Wonosobo serta survei titik api di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro.

"Lokasi pengambilan air tidak masalah, namun untuk melakukan pemadaman di atas ketinggian 8.500 feet di lerang gunung tersebut ternyata mengalami kesulitan," katanya.

 kebakr

Ia menyampaikan dengan tidak memungkinkan helikopter BO-105 melakukan pemadaman kebakaran di lereng Sumbing dan Sindoro pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB untuk jalan keluarnya apakah ada heli lain yang bisa digunakan masih menunggu konfirmasi.

Gito Walngadi mengatakan untuk sementara pemadaman masih dilakukan secara manual dengan penyekatan dan pemantauan agar tidak merambat ke wilayah tanaman tegakan.

Disebutkan, hari Jumat ini diterjunkan sekitar 180 personel, yang merupakan unsur gabungan, antara lain dari TNI, Polri, Perhutani, BPBD, SAR, dan masyarakat. Gito mengatakan, di Gunung Sumbing terdapat lima titik api di petak 27-2 dan petak 20-1 dan di Gunung Sindoro ada satu titik api di petak 10-5.

Ia menuturkan hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran di dua gunung tersebut, kalau faktor alam kemungkinan kecil.

Menurut dia, yang perlu diwaspadai adalah masyarakat atau pendaki membuang puntung rokok sembarangan, karena kondisi di atas gunung tersebut betul-betul kering sehingga rawan terjadi kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat yang mendaki gunung tersebut agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena rawan kebakaran," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini