nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unggah Video Porno di Facebook, Pedagang Buah Diringkus Polisi

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 19:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 14 519 1950669 unggah-video-porno-di-facebook-pedagang-buah-diringkus-polisi-iEFRKqJFoJ.jpg (Foto: Avirista/Okezone)

KOTA MALANG - Bermaksud ingin memberikan efek jera kepada pelaku pemeran video porno, Ibnu Arif (32) justru harus berurusan dengan kepolisian lantaran dirinya dilaporkan sebagai penyebar video tak senonoh di sebuah ruang tamu berdurasi 3 menit 44 detik.

Pelaku menggunggah postingan di grup Facebook Komunitas Peduli Malang pada Kamis (13/8/2018) dengan akun facebook-nya Ibnu Tok.

Alhasil video yang diunggah warga Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ini menghebohkan warga Malang, terutama grup media sosial yang beranggotakan sekitar 400 ribu akun tersebut.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyatakan, pihaknya mendapat informasi setelah melakukan penelusuran digital usai akun pelaku menggunggah video porno pada Kamis 13 September 2018.

Ilustrasi.

"Setelah kami melakukan penelusuran jejak digital, tersangka dapat ditangkap. Setelah dilakukan proses hukum, dilakukan penahanan. Saat ini sudah kami tahan," ungkap Yade Setiawan Ujung, saat rilis Jumat  (14/9/2018).

Ia menambahkan dari keterangan pelaku, ia mendapatkan video mesum tersebut pertama kali dari seorang temannya berinisial A.

A membagikan video itu dari WhatsApp. A menjelaskan, bahwa kedua pelaku dalam video porno dengan kualitas MP4 dan diambil di ruang tamu itu merupakan warga Wajak.

"Akhirnya oleh tersangka diunggah ke Facebook komunitas. Hal ini kan tidak baik, apalagi grup terbuka itu memiliki banyak member. Kemudian IA share konten asusila," kata Ujung.

Sementara itu, terkait motif pelaku, Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menyatakan pelaku hanya iseng dan ingin memberikan efek jera saja.

"Dia bilang ingin memberikan efek jera kepada dua remaja yang dikatakan sebagai warga Wajak itu. Hanya iseng," ungkap AKP Adrian Wimbarda.

Atas ulah isengnya, pedagang buah itu dijerat dengan dua pasal, yakni Pasal 29 UU nomor 44 tahun 2008 soal pornografi. Ancaman hukumannya enam bulan penjara dan maksimal 12 tahun. Ia juga dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini