Mengintip Visi-Misi Capres dan Cawapres 2019

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 19:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 14 605 1950660 mengintip-visi-misi-capres-dan-cawapres-2019-WpoVvCiiiW.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai visi dan misi adalah hal yang terpenting dari Capres dan Cawapres yaitu Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, karena Indonesia sebagai bangsa yang besar harus memiliki visi yang jelas untuk masa depan.

"Inilah yang harus diutamakan oleh Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi dalam berkompetisi sebagai capres dan cawapres, bukan hal yang tidak produktif," kata Ujang di acara diskusi publik dengan tema 'Mengintip Visi-Misi Capres dan Cawapres' di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9 2018).

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada kedua pasang calon tersebut agar membuat visi-misi yang baik, terarah dan terukur untuk pembangunan nasional di segala bidang. Jika capres dan cawapres mampu meramu ekonomi kreatif dan ekonomi digital dalam visi-misinya, menurut Ujang, bukan tidak mungkin hal tersebut dapat merebut perhatian kaum milenial yang memiliki suara sekitar 40 persen di Pilpres 2019.

“Ekonomi kreatif dan ekonomi digital sasaran utamanya adalah generasi muda,” sambungnya.

Ia juga menilai, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang digagas Pemerintahan Jokowi-JK sudah bagus dan akan lebih baik dikembangkan lagi untuk masa depan Indonesia, karena akan semakin relevan dengan peningkatan jumlah Sumber Daya Manusia (SDA) yang rata-rata berusia muda.

 MARUF

“Saya kira Bekraf ini penting untuk mengakomodir potensi milenial di Indonesia yang jumlahnya tidak sedikit. Tinggal dikembangkan dan dijalankan dengan baik ke depannya,” tegas pria yang juga Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan mengatakan, bahwa visi-misi yang harus diutamakan oleh pasangan capres-cawapres salah satunya adalah masalah pendidikan. Pendidikan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan pemerintah karena hal itulah yang membentuk karakter anak bangsa.

“Program wajib belajar 12 tahun menurut saya harus diutamakan dan harus diwujudkan, demi meningkatkan kualitas anak bangsa,” kata Emrus di tempat yang sama.

Program Jokowi Ma'ruf dan Prabowo Sandi

 PRABOWO

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, ada lima hal penting yang akan menjadi fokus Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Kata dia, kelima program tersebut bisa disebut sebagai nawacita jilid II, atau bisa disebut lebih tepat kelanjutan dari program nawacita yang hingga satu periode ini belum sempat terealisasi.

Adapun kelima program tersebut, pertama, fokus pembangunan manusia dengan beberapa langkah seperti pengurangan kemiskinan dan memberikan pemenuhan terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Kedua, pengurangan kesenjangan masyarkat antar wilayah dengan memaksimalkan laut sebagai penghubung antar masyarakat.

“Kemudian yang ketiga, yaitu peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan melalui pertanian industri pariwisata dan jasa produktif lainnya,” kata Irma.

Keempat, pemantapan energi, pangan, dan sumber daya Air. Sementara yang terakhir yaitu mengusahakan penguatan ketahanan dan keamanan.

"Dan kelima ketahaan nasional dan suksesnya pemilu. Itu program kita untuk 2019," pungkasnya.

Sedangkan, Visi dan Misi Prabowo-Sandi akan lebih fokus pada kemandirian, martabat bangsa dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di mata dunia.

"Visi dan misi Prabowo-Sandi akan menyentuh sektor kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena tingkat kemiskinan yang semakin tinggi dan membangun ekonomi yang lebih baik lagi," ungkap Politisi Muda Gerindra, Gusmiyadi yang mewakili kubu Prabowo-Sandi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini