Usul Debat Pakai Bahasa Inggris, PDIP Curiga Kubu Prabowo di Backup

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 14 September 2018 19:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 14 605 1950662 usul-debat-pakai-bahasa-inggris-pdip-curiga-kubu-prabowo-di-backup-zrpEJZeWc6.jpg Sekjen PDIP, Hasto (foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - PDI Perjuangan menanggapi serius terhadap usulan tim kampanye Prabowo-Sandiaga untuk mengadakan debat capres dalam bahasa Inggris.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, seluruh tim kampanye seharusnya menempatkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap jati diri dan kebudayaan bangsa, serta sejarah kemerdekaan bangsa sebagai hal prinsip yang tidak boleh dikalahkan hanya oleh ambisi kekuasaaan.

Pasalnya, sejarah mengajarkan bahwa bangsa Indonesia bersatu karena semangat kebangkitan nasional dan sumpah pemuda. Hasto mengaku heran ketika semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kini direduksi sebagai sekedar ketrampilan berbahasa asing.

"PDI Perjuangan berpendapat bahwa usulan tim kampanye Prabowo-Sandi tersebut kontrapoduktif dengan semangat Sumpah Pemuda. Apakah ini karena issue yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi di back-up oleh konsultan asing?” kata Hasto melalui keterangan persnya, Jumat (14/9/2018).

Hasto menuturkan, debat yang digelar KPU adalah bagian kegiatan kenegaraan. Dan kegiatan kenegaraan diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia. Karena itu, ia menilai usulan kubu oposisi terkait penggunaan bahasa Inggris dalam debat capres merupakan pelanggaran undang-undang.

 prabowo

"Jadi usulan ini jelas melanggar Undang-undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini," jelas Hasto.

PDI Perjuangan menegaskan bahwa apa yang digelorakan Jokowi yang menampilkan warna kebudayaan Indonesia pada pembukaan Asian Games adalah watak yang seharusnya dimiliki pemimpin bangsa.

"Apa yang dilakukan Pak Jokowi dengan membangun dari pinggiran dan menjadikan kawasan perbatasan sebagai halaman depan NKRI adalah cermin rasa cinta pada tanah air. Sikap lebih memilih rupiah daripada menimbun mata uang asing juga contoh watak terpuji bagi pemimpin," imbuh Hasto.

Lebih lanjut, ia menambahkan, setiap pemimpin negeri ini terlebih capres-cawapres seharusnya kokoh dan bangga dengan identitas nasionalnya, bukan sebaliknya justru menggerus nasionalisme.

"Tim Kampanye Prabowo-Sandi belajarlah dengan Nadiem Makaramim, Iman Usman, Belva Devara, Wishnutama, Erick Tohir dan tokoh-tokoh muda lainnya yang dengan caranya menunjukkan semangat bangga dengan Indonesia," tegas Hasto.

Melansir Antara, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengusulkan agar debat capres-cawapres diselingi bahasa Inggris karena pemimpin negara akan bergaul pada kancah internasional. Karena itu, kemampuan berbahasa menjadi penting ditunjukan melalui debat capres-cawapres.

"Boleh juga kali ya (debat menggunakan bahasa Inggris). Ya makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Rumah Pemenangan PAN, di Jalan Daksa, Jakarta, Kamis 13 September 2018.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini