nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Topan Mangkhut mendarat di China Setelah Tewaskan 29 Korban di Filipina

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 16 18 1951258 topan-mangkhut-mendarat-di-china-setelah-tewaskan-29-korban-di-filipina-csTvNVbzJD.jpg Kerusakan akibat Topan Mangkhut di In Laoag, Filipina, 15 September 2018. (Foto: Reuters)

HONG KONG – Topan super Mangkhut mendarat di Guangdong, salah satu provinsi paling padat penduduk di China setelah menyebabkan kerusakan di Hong Kong, Makau. Topan tersebut juga telah menewaskan sedikitnya 29 orang di Filipina.

Dengan membawa angin kencang dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam, siklon tropis Mangkhut dianggap sebagai yang terkuat untuk mencapai wilayah itu tahun ini, setara dengan Kategori 5 maksimum “badai besar” di Atlantik.

China telah memerintahkan kapal-kapal untuk kembali ke pelabuhan dan mengungsikan pekerja di kilang minyak lepas pantai sebelum badai datang. Pelabuhan, kilang minyak dan pabrik industri di daerah Guangdong pun tersebut telah ditutup.

Badai Mangkhut yang namanya diambil dari nama buah manggis dalam bahasa Thailand sebelumnya telah menyebabkan kerusakan parah di Hong Kong, mencabut pepohonan dari tanah, memecahkan kaca jendela gedung perkantoran dan perumahan bahkan mengguncang bangunan bertingkat. Topan dahsyat itu juga menyebabkan gelombang dengan tinggi hingga 3,5 meter di beberapa lokasi, membanjiri jalan-jalan dan membawa ikan-ikan hidup dari laut.

Banyak penerbangan dan layanan transportasi juga terdampak dengan datangnya Topan Mangkhut.

Dampak terparah dirasakan di Filipina di mana Topan Mangkhut menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.

Pihak berwenang Filipina mengatakan, seorang bayi dan seorang anak-anak ada di antara 29 orang yang tewas akibat badai. Sebagian besar korban tewas berasal dari daerah pegunungan di mana longsor terjadi, sementara 13 orang masih dilaporkan hilang.

"Tanah longsor terjadi karena beberapa warga kembali ke rumah mereka setelah topan," kata Koordinator Respons Bencana Filipina, Francis Tolentino kepada Radio DMZZ sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (16/9/2018).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, kerusakan yang diakibatkan Topan Mangkhut tidal separah yang diperkirakan sebelumnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini