nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerap Dijadikan Lokasi Esek-Esek, Anies Sidak Apartemen Kalibata City

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 18:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 16 338 1951249 kerap-dijadikan-lokasi-esek-esek-anies-sidak-apartemen-kalibata-city-M6BOIcjQoZ.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sidak ke apartemen Kalibata City (Foto: Instagram Anies Baswedan)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Sidang dilakukan menyusul banyaknya sorotan publik terhadap dugaan praktik prostitusi di tempat tersebut.

Bersama Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah, Anies berboncengan motor menuju Kawasan Apartemen Kalibata City. Mereka pun bertemu dengan penghuni, pengelola dan unsur RT/RW di lingkungan tersebut. Hadir pula jajaran pemprov dari Wali kota, camat dan lurah.

Menurut Anies, pengelola Kalibata City harus bertanggung jawab mengembalikan kawasan ini dari tempat yang ditengarai dan dicitrakan melakukan pembiaran terhadap praktik prostitusi, menjadi kawasan yang bersih dan terhormat lagi.

Anies sidak apartemen Kalibata City 

Pemprov DKI, tegas Anies, memperhatikan masalah ini dengan serius dan menginstruksikan kepada seluruh pengelola hunian vertikal di Jakarta agar tak membiarkan praktik perdagangan manusia dan prostitusi terjadi di lingkungannya.

"Saya sampaikan, pengelola hunian vertikal jangan sampai berseberangan dengan pemerintah dalam hal ini, tapi harus berada di sisi yang sama. Tugas Pemprov mendisiplinkan pengelola yang tidak sejalan," ujar Anies, Minggu (16/9/2018).

.

"Ingat, kita harus bantu lepaskan mereka yang terjerat oleh lingkar perdagangan manusia dan prostitusi. Kita hargai dan hormati setiap perempuan sebagaimana kita hormati Ibu kandung kita sendiri," imbuhnya.

 Anies sidak apartemen Kalibata City

Anies menambahkan, khusus Kalibata City, sudah disiapkan langkah untuk penghentian dan pencegahan dengan melibatkan penghuni. Kendati, penghunilah yang paling tahu jurus pencegahan yang paling jitu di lingkungannya, dan pengelola harus melaksanakannya.

"Salah satu prinsip pencegahan: wajah dan nama “tamu” akan difoto-dicatat dan tentu saja bisa diumumkan pada publik," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini