Habib Rizieq Perintahkan Laskar Cyber Jihad di Medsos Menangkan Prabowo-Sandiaga

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 23:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 16 605 1951292 habib-rizieq-perintahkan-laskar-cyber-jihad-di-medsos-menangkan-prabowo-sandiaga-giy6Ja6zdn.jpg Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memerintahkan agar simpatisannya yang ahli di bidang cyber untuk melakukan jihad dengan berkampanye di media sosial (medsos) untuk memenangkan pasangan Prabowo Su‎bianto - Sandiaga Uno.

‎"Para laskar cyber untuk terus berjihad di medsos. Para mujahid cyber ayo lanjutkan jihad di medsos tanpa kenal lelah dan tanpa rasa takut. Insya Allah memberikan kemenangan," kata Habib Rizieq lewat rekaman suara yang diperdengarkan di forum Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018).

Tak hanya itu, Habib Rizieq juga meminta simpatisanya serta para pendukung Prabowo-Sandiaga antisipasi terhadap kecurangan yang mungkin akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia meminta agar relawannya ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memantau Pemilu serentak 2019.

"Waspadalah terhadap kemungkinan rekayasa sistem, tabulasi di KPU dari pusat hingga daerah, karenanya siapkan sukarelawan, saksi yang militan di setiap TPS di seluruh Indonesia. sekali lagi siapkan relawan dan saksi militan di TPS di seluruh indonesia,"‎ terangnya.

Habib Rizieq berpandangan Prabowo-Sandiaga perlu tim ahli untuk mengontrol sistem perhitungan suara melalui sistem komputer. ‎Bahkan, Rizieq juga menuntut agar KPU tetap melakukan penghitungan suara secara manual dan transparan untuk meminimalisir kecurangan.

"Dan audit forensik untuk seluruh sistem komputer KPU dalam perhitungan suara. agar tidak terjadi rekayasa sistem perhitungan di komputer KPU dari pusat hingga daerah, serta tetap tuntut perhitungan manual dari formulir C1 untuk perhitungan akhir perhitungan suara pemilu," katanya.

"Semua ini kita sampaikan utk menutup semua kecurangan teknologi komputer dalam perhitungan suara pemilu, Ayo ciptakan pemilu jujur dan adil‎," sambungnya.

‎Sebelumnya, Bakal Calon Presiden RI, Prabowo Subianto sendiri telah menandatangani 17 poin Pakta Integritas hasil Ijtima Ulama II GNPF yang merupakan syarat dukungan untuk maju di Pilpres 2019.‎ Salah satu poin yang telah ditandatangani Prabowo yakni, menjamin kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia.

Berdasarkan data yang diterima Okezone, pada poin ke-16 Pakta Integritas disebutkan, bahwa Prabowo harus siap menggunakan hak konstitusional dan atributif yang melekat pada jabatan Presiden untuk melakukan proses rehabilitasi, menjamin kepulangan, serta memulihkan hak-hak Habib Rizieq Shihab sebagai warga negara Indonesia.

Tak hanya itu, poin tersebut juga meminta agar Prabowo memberikan keadilan kepada para ulama, aktivis 411, 212 dan 313 yang pernah atau sedang menjalani proses kriminalisasi melalui tuduhan tindakan makar yang pernah tersangkakan. Penegakan keadilan juga perlu dilakukan terhadap tokoh-tokoh yang mengalami penzaliman.

‎Prabowo sendiri sempat mengungkapkan bahwa 17 poin yang tercantum di dalam Pakta Integritas merupakan bagian penting untuk seluruh rakyat Indonesia dan juga agama. Oleh karenanya, Prabowo mengamini untuk menyepakati dan menandatangani 17 poin Pakta Integritas tersebut.

"Saya kira demikian penting, ada 17 poin dalam Pakta Integritas, semuanya adalah untuk kepentingan yang besar, demi seluruh rakyat dan semua agama," kata Prabowo usai menerima dukungan Ijtima Ulama II.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini