nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ciptakan Alat Pendeteksi Bencana, Mahasiswa UB Raih Medali di Malaysia

Vanni Firdaus Yuliandi, Jurnalis · Minggu 16 September 2018 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 09 16 65 1951173 ciptakan-alat-pendeteksi-bencana-mahasiswa-ub-raih-medali-di-malaysia-DIP7eZbagN.jpg Foto: Universitas Brawijaya (Dok UB)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.271 bencana yang telah terjadi pada sepanjang tahun 2017. Salah satunya adalah bencana kebakaran hutan dan lahan (96 kejadian) serta banjir dan tanah longsor (67 kejadian). Wilayah Indonesia yang memiliki wilayah hutan yang luas memiliki potensi yang besar terjadinya bencana kebakaran hutan dan tanah longsor.

Melansir dari website UB, Minggu (16/9/2018), berdasarkan dari latar belakang tersebut, dua mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya, Rizka Sisna Riyanti dan Bagas Priyo Hadi Wibowo menciptakan inovasi teknologi Disaster Detection System of Forest Fire and Landslide (DESFOLA) sebuah teknologi pendeteksi potensi bencana berbasis android guna mengurangi dampak akibat kebakaran hutan dan tanah longsor.

Inovasi ini berhasil memperoleh Silver Medal pada ajang International Research Innovation, Invention, and Solution Exposition (IRIISE) 2018 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada (14-16/8/2018).

DESFOLA dirancang dengan dua bagian utama yaitu bagian sensor dan bagian server. Bagian sensor diletakkan di beberapa bagian hutan dan bagian server akan diletakkan di pemukiman warga yang memiliki koneksi internet. DESFOLA menggunakan sistem pengiriman point to point untuk memaksimalkan kinerjanya.

"Data yang dideteksi oleh bagian sensor akan ditampilkan di aplikasi android secara realtime. Saat potensi bencana meningkat, alat akan menampilkan warning sehingga masyarakat bisa lebih waspada dan menanggulanginya lebih dini," ujar Bagas.

Bagas menambahkan di bawah bimbingan Dosen Eka Maulana,ST.,MT.M.Eng., ke depannya DESFOLA akan ditambahi beberapa fitur sehingga dapat meningkatkan keefektifan dari DESFOLA itu sendiri.

"Semoga DESFOLA dapat mengurangi dampak yang lebih besar dari kebakaran hutan dan tanah longsor dan dapat menjadi sistem pencegahan bencana yang dapat diaplikasikan secara penuh dikemudian hari," harap mahasiswa angkatan 2015 ini.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini