Share

Bukti Baru dari Rusia Tunjukkan Rudal yang Tembak Jatuh MH17 Berasal dari Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 18 September 2018 15:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 18 18 1952131 bukti-baru-dari-rusia-tunjukkan-rudal-yang-tembak-jatuh-mh17-berasal-dari-ukraina-gyFiNGabzD.jpg Foto: Reuters.

MOSKOW – Militer Rusia mengatakan bahwa nomor seri yang ditemukan dari kepingan rudal BUK yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina Timur pada Juli 2014 menunjukkan bahwa rudal itu dibuat pada 1986 dan merupakan milik Ukraina.

Berdasarkan data tim penyelidik internasional yang dipimpin oleh Belanda, ada dua nomor seri yang ditemukan di kepingan rudal yang menembak jatuh MH17. Kedua nomor itu tercetak di mesin dan nozel rudal.

Pada Senin, militer Rusia mengatakan bahwa mereka telah melacak nomor seri itu kepada nomor seri produksi 8868720. Demikian diwartakan RT, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA: Pemilik Rudal yang Meledakkan Pesawat MH17 Milik Malaysia Terungkap

Kepada jurnalis, Jenderal Nikolay Parshin menunjukkan jejak dokumen yang menunjukkan rudal BUK tersebut diproduksi di pabrik militer di Dolgoprudny di wilayah Moskow pada 1986. Rudal itu dikirim keluar pabrik pada 29 Desember 1986 kepada unit militer 20152 yang terletak di wilayah yang saat ini menjadi bagian dari Ukraina.

Jenderal Parshin mengatakan, unit militer itu kini bernama resimen anti pesawat udara ke-223 dalam angkatan bersenjata Ukraina. Unit itu ikut serta dalam operasi militer terhadap pemberontak di Ukraina Timur pada Juni 2014.

Dalam laporannya, Kementerian Pertahana Rusia mengatakan bahwa bukti baru ini membantah tuduhan oleh Ukraina dan beberapa pihak lain, yang mengklaim bahwa rudal yang menjatuhkan MH17 ditembakkan dari peluncur yang diam-diam dikirim dari Rusia kepada pemberontak. Semua bukti baru tersebut telah diserahkan kepada penyelidik Belanda.

BACA JUGA: Pilot Ukraina yang Dituduh Tembak Jatuh MH17 Tewas Bunuh Diri

Pihak Rusia juga meminta dibukanya rekaman penyadapan komunikasi diskusi pejabat Ukraina mengenai pembatasan penerbangan di wilayah udara Ukraina pada 2016. Di antara rentetan keluhan, salah satunya mengatakan kecuali pembatasan itu dihormati "kami akan menghancurkan Boeing Malaysia lain".

Moskow menilai ungkapan yang disampaikan oleh Kolonel Ruslan Grinchak, yang bertugas di sebuah brigade yang bertanggungjawab atas radar yang mengontrol wilayah udara Ukraina itu memiliki arti yang faktual, bukan sebuah ungkapan kemarahan yang berlebihan, terutama karena Grinchak dan unitnya melacak MH17 pada 2014.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini