nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Institut Design Perhiasan, Apa yang Dipelajari?

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 September 2018 12:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 19 65 1952582 ada-institut-design-perhiasan-apa-yang-dipelajari-YCrfP3W2ru.jpg Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)

MANAGEMENT Development Institute of Singapore (MDIS) telah memperkenalkan program dan kursus berbasis keterampilan Jewellery Design.

Program tersebut merupakan joint venture dengan Jewellery Design and Management International School (JDMIS). “Kemitraan kami memberikan sinergi yang memungkinkan kedua institut untuk saling menguatkan satu sama lain untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Program JDMIS melengkapi Kurikulum MDIS School of Fashion and Design dan memungkinkan kami untuk menawarkan program dan kursus yang lebih beragam guna membina lulusan yang siap pada masa depan,” kata Dr R Theyvendran, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MDIS, beberapa waktu lalu.

Emas

Penandatanganan joint venture antara MDIS dan JDMIS dilakukan pada 16 Agustus 2018 lalu di kampus MDIS, dihadiri Dr R Theyvendran, pendiri dan Dekan Jewellery School Tanja Manuela Sadow dan ditandai dengan seremoni peresmian fasilitas dan pendidikan dan studio perhiasan kreatif yang dilakukan Dr Intan Azura Mokhtar, anggota parlemen yang membidangi pendidikan.

Didirikan pada 2007, JDMIS merupakan Jewellery School di Singapura yang menyediakan pendidikan perhiasan yang terintegrasi dan komprehensif. Pendiri dan Dekan Jewellery School Tanja Manuela Sadow adalah desainer yang telah memenangi berbagai penghargaan di kancah internasional dan merupakan pendidik perhiasan (jewellery educator ) di seluruh Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura.

Tanja Manuela menyatakan, melalui kemitraan ini, pihaknya dapat memadukan keahlian dalam mendidik desainer, pembuat, dan pengusaha perhiasan dengan MDIS untuk memberikan pendidikan berbasis keterampilan.

emas

Sekolah yang baru direnovasi ini mencakup empat ruang kelas khusus, dua bengkel pembuatan perhiasan khusus, laboratorium desain dibantu komputer (CAD) dengan perangkat lunak perhiasan 3D yang canggih serta ruang desainer untuk berlatih keterampilan.

Selain itu, disediakan Creative Jewellery Studio (CJS), ruang yang berfungsi meluncurkan dan mendisplay merek perhiasan yang telah dibuat untuk kemajuan karier siswa.

Sekolah ini juga memberikan pengalaman pendidikan di luar kelas, yaitu ekspedisi ke luar negeri, pembudidayaan mutiara di Indonesia oleh pemimpin global mutiara Atlas, tambang batu permata, serta pasar di Sri Lanka dengan Sapphire Capital Group dan Gem Fair di Hong Kong.

Salah satu alumnus JDMIS Ernest Yeo mengaku sangat terkesan dengan kualitas pembelajaran di JDMIS. “Para dosen dan pengalaman belajar saya dengan sekolah tersebut sangat memuaskan dan menarik. Sekarang saya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk melakukan apa yang saya sukai, merancang perhiasan dan meluncurkan brand saya sendiri, EY Designs. JDMIS mewujudkannya untuk saya,” ujar Ernest.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini