nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangkalan Militer AS di Polandia Akan Diberi Nama "Fort Trump"

Agregasi VOA, Jurnalis · Kamis 20 September 2018 08:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 20 18 1953002 pangkalan-militer-as-di-polandia-akan-diberi-nama-fort-trump-yI4zKq58NN.jpg Ilustrasi pangkalan militer. (Foto: Reuters)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan membangun pangkalan militer permanen di Polandia. Ini dikatakannya dalam wawancara pers bersama dengan Presiden Polandia Andrzej Duda di Gedung Putih.

Pemimpin Polandia itu mengatakan negaranya tidak hanya akan membantu pembiayaan pangkalan militer tersebut, tapi juga akan memberinya nama "Fort Trump".

Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Selasa 18 September 2018, Presiden Trump dan Presiden Duda sepakat meningkatkan kerja sama militer dan pertahanan antara kedua negara.

"Kami berterima kasih atas pimpinan Polandia dalam hal anggaran belanja pertahanan dan pembagian beban dalam NATO. Saya memuji Polandia karena telah memenuhi kewajiban-kewajibannya dalam pengeluaran bagi pertahanan. Saya juga gembira bahwa Polandia berencana menambah pengeluaran bagi pertahanan itu lebih dari dua persen diatas batas minimum," ucap Presiden Trump.

Presiden Duda ketika berbicara dalam wawancara pers itu minta Presiden Trump menempatkan lebih banyak tentara Amerika di Polandia, dan mendesaknya membangun pangkalan militer permanen untuk mencegah apa yang disebutnya sebagai ancaman ekspansionis Rusia.

Presiden Polandia Andrzej Duda dan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Selasa 18 September 2018. (Foto: AP)

Duda bahkan berjanji bakal menyumbang lebih dari USD2 miliar untuk membangun dan melengkapi pangkalan tersebut.

"Saya tersenyum ketika berbicara dengan Presiden Trump, dan saya katakan akan sangat senang membangun pangkalan-pangkalan militer Amerika yang permanen di Polandia, yang akan kami beri nama 'Fort Trump'. Saya sangat yakin ini akan terlaksana," jelas Presiden Duda.

Pada Maret lalu, Polandia menandatangani kontrak pembelian senjata terbesar, bernilai USD4,75 miliar untuk membangun sistem pertahanan misil Patriot buatan Amerika guna memperkuat pasukannya dalam menghadapi Rusia.

Minggu lalu, Rusia mengadakan latihan militer yang terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin, dengan mengundang China untuk ikut pertama kalinya. Latihan militer gabungan itu diadakan ketika Amerika dan China sedang terlibat perang dagang yang disebabkan oleh pengenaan tarif impor.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini