nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoesoedibjo dan Alasan Terjun ke Dunia Politik

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Minggu 23 September 2018 10:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 09 21 337 1953963 hary-tanoesoedibjo-dan-alasan-terjun-ke-dunia-politik-MeNkHYJUa5.jpg

JAKARTA - Nama Hary Tanoesoedibjo sudah terkenal sebagai pengusaha yang sukses membangun unit usaha yang membuka puluhan ribu lapangan kerja bagi masyarakat.

Selain sebagai pengusaha, ia juga diketahui menjadi Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI). Bapak lima anak ini sukses mengangkat nama futsal Indonesia lebih maju dengan mengikuti banyak event internasional.

Tak cukup dengan Futsal, Hary Tanoe juga dikenal sebagai Ketua Umum PB Tarung Derajat. Ia bertekad memperjuangkan olahraga asli Indonesia itu ke kancah internasional.

Usaha yang sukses dan sederet prestasi di bidang olahraga nyata tak membuat seorang Hary Tanoe puas. Pria asli Jawa Timur itu pun juga diketahui menjadi Ketua Umum Partai Perindo, yang akan memulai debutnya di kancah perpolitikan nasional di Pemilu 2019.

Apa alasan sebenarnya Hary Tanoe terjun ke dunia politik?

Dalam acara khusus iTalk di iNewsTV, Hary Tanoe memaparkan alasannya terjun ke dunia politik diawali dengan sebuah keprihatinan yang mendalam terhadap Indonesia.

"Kita sudah merdeka 73 tahun, kita harus lihat sudah sampai mana kemerdekaan kita. Kesenjangan dari masyarakat kita sangat lebar, mayoritas ekonomi kita masih belum terbangun dengan baik, pihak yang membangun ekonomi kita itu masih sedikit, idealnya kita mempersempit kesenjangan dengan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat bawah dan pembangunan di daerah-daerah tertinggal," jelas Hary Tanoe.

"Itulah perjuangan kita, ekonomi keberpihakan, partai lain pasti punya program lain, tapi kita memperjuangankan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan itu yang benar-benar kita perjuangkan. Kemakmuran masih belum kita terima saat ini, tak ada cara lain selain mempercepat pertumbuhan ekonomi di masyarakat bawah," ungkap Hary Tanoe.

Lebih lanjut, Hary Tanoe menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia belum siap meneparkan free market atau kapitalisme. Menurutnya, sistem tersebut pernah diterapkan di India 30 tahun lalu. Namun, hingga kini India masih belum bisa dikatakan sebagai negara maju.

"Kita ingin lihat ekonomi kita maju, saya gak setuju dengan kapitalisme, di India 30 tahun lalu menerapkan kapitalisme, tapi sekarang India masih belum dikatakan sebagai negara maju. Lain halnya dengan China, 30 tahun lalu mereka menerapkan ekonomi keberpihakan, di mana masyarakat kecil benar-benar dimajukan, kita lihat sekarang ekonomi China 7 kali lipat dari India dan sekarang jadi negara dengan pusat ekonomi termaju nomor dua di dunia," papar Hary Tanoe.

"Kita belum siap, kapitalisme dan ekonomi liberal baru bisa diterapkan di negara maju yang tatanan masyarakatnya sudah terbentuk sehingga pemerintah bisa jadi wasit yang baik, tapi kita belum siap akan itu, ini lah alasan Partai Perindo hadir," imbuh Hary Tanoe.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini