nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanpa Identitas, Tunawicara Kelainan Jiwa Hamil 8 Bulan Berkeliaran di Pangandaran

Syamsul Maarif, Jurnalis · Sabtu 22 September 2018 00:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 09 21 525 1953983 tanpa-identitas-tunawicara-kelainan-jiwa-hamil-8-bulan-berkeliaran-di-pangandaran-vLLdFBOpfE.jpg

PANGANDARAN - Seorang wanita tunawicara yang diduga memiliki kelainan jiwa dalam kondisi hamil 8 bulan berkeliaran di daerah Pasar Wisata Pangandaran tanpa identitas.

Salah satu warga yang beraktifitas dilokasi Pasar Wisata Dolphin mengatakan, wanita tersebut datang ke lokasi Pasar Wisata pada Kamis malam (20/9/2018).

"Menurut beberapa warga, wanita tersebut terlihat satu minggu lalu sudah berkeliaran dilokasi Pasar Wisata," kata Dolphin.

Karena keterbatasan komunikasi, warga sulit mengidentifikasi identitas dan asal wanita tersebut.

"Hanya orang yang faham dan menguasai bahasa isyarat yang berhasil komunikasi dengannya," tambah Dolphin.

Berdasarkan penelusuran, wanita tersebut berasal dari daerah jawa, namun entah daerah mana karena banyak isyarat bahasa yang tidak bisa dimengerti.

"Besar kemungkinan, wanita tersebut kiriman dari daerah luar Pangndaran yang melakukan penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," papar Dolphin.

Dolphin menjelaskan, banyak warga yang merasa kasihan terhadap wanita itu dan mengasih makan serta pakaian hingga dia betah berada di daerah Pasar Wisata.

"Kami harap pemerintah daerah Pangandaran melalui SKPD bersangkutan segera melakukan penanganan karena wanita tunawicara yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut dalam kondisi hamil," jelas Dolphin.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani mengatakan, pihaknya sudah menerima inpormasi tersebut namun belum jelas keberadaannya.

"Inpormasi sih sudah ada tetapi kami sulit untuk melakukan tindakan lantaran posisi keberadaannya tidak jelas," kata Dani.

Dani mengaku pihaknya akan melakukan koordinasi dengan TKSK untuk menangani kejadian tersebut. syamsul ma'arif

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini