Pesan Jokowi di Pilpres 2019: Mau Pilih Siapa Silakan karena Ini Pesta Demokrasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 21 September 2018 15:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 21 605 1953721 pesan-jokowi-di-pilpres-2019-mau-pilih-siapa-silakan-karena-ini-pesta-demokrasi-KmmB7gIUsh.jpg Presiden Jokowi (foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Calon Presiden (capres) Joko Widodo mempersilahkan masyarakat untuk memilih pasangan mana pun di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Jokowi memastikan, sistem demokrasi yang dianut Indonesia telah menjamin masyarakat dalam menentukan hak politiknya.

Ia pun berpesan agar masyarakat tetap rukun, saling menjaga persatuan dan persaudaraan dalam setiap tahapan pada pesta demokrasi 5 tahunan ini.

Erick Thohir Resmi Jadi Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin 

"Mau milih siapa silakan karena memang ini pesta demokrasi, beda pilihan juga tidak apa-apa. Tapi kerukunan, persatuan persaudaraaan sebagai saudara sebangsa dan setanah air jangan sampai dilupakan," kata Jokowi di Rumah Makan Mbah Jingkrak, Jakarta Selatan, Jumat (21/9/2018).

Petahana ini menerangkan bahwa Pilpres 2019 adalah pesta demokrasi 5 tahunan yang telah dilakukan berulang kali sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat harus dapat menjaga persatuan dan kesatuan dalam setiap tahapan demokrasi yang juga merupakan amanat dari UUD 1945 tersebut.

"Sekali lagi saya sudah sampaikan berulang-ulang, pesta demokrasi setiap lima tahun sekali, bukan hanya pilpres ya ada pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan walikota dan juga jangan lupa pemilihan kepala desa, ini pesta demokrasi, proses demokrasi yang memang sudah menjadi amanat undang-undang," terangnya.

 

Ia berharap, masyarakat jangan sampai terpecah belah lantaran adanya Pilpres 2019. Sebab, seluruh rakyat Indonesia merupakan saudara sebangsa dan setanah air yang harus saling menjaga dan saling melindungi.

"Yang paling penting jangan sampai karena pesta demokrasi ini, masyarakat menjadi kelihatan terbelah atau antarkampung tidak saling sapa, antarteman menjadi tidak rukun kembali, dan kita tidak terasa sebagai saudara sebangsa dan setanah air, itu yang seharusnya tidak," tegasnya. (Fid)

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini